
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta menguasai teknologi kecerdasan buatan. Langkah ini krusial demi mengonversi seluruh peluang ekonomi global menjadi kesejahteraan nyata di daerah.
Tantangan pemenuhan kompetensi tersebut dikupas tuntas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi saat memberikan pidato ilmiah dalam pembukaan Pekan Olahraga, Diskusi Ilmiah, dan Seni Nasional (Porsidinas) Forum Mahasiswa KIP-K 2026. Pertemuan mahasiswa tingkat nasional ini dipusatkan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru, Senin (15/6/2026).
Dalam penjelasannya, ia mengingatkan bahwa akumulasi potensi alam luar biasa yang dimiliki Riau tidak akan memberikan dampak optimal tanpa adanya dukungan dari aspek sumber daya manusia yang mumpuni. Oleh sebab itu, para mahasiswa penerima beasiswa KIP-K didorong untuk mengambil peran aktif sebagai talenta baru penggerak pembangunan.
Daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning ini memiliki posisi diuntungkan karena memproduksi komoditas yang tengah dicari pasar internasional, seperti kelapa sawit seluas 3,8 juta hektare, kelapa 422 ribu hektare, dan karet di atas 500 ribu hektare. Riau juga berada di tepi Selat Malaka yang menjadi jalur dagang terpadat dunia, serta memiliki potensi pangan dari sektor perikanan pesisir dan hortikultura.
"Menariknya adalah, hampir semua instrumen komoditas strategis yang sedang dicari dan dibutuhkan oleh pasar dunia saat ini sesungguhnya sudah dimiliki dan diproduksi secara masif oleh Provinsi Riau," jelasnya di hadapan ratusan mahasiswa delegasi nusantara.
Ia menambahkan bahwa investasi pendidikan yang dilakukan oleh negara hari ini melalui program beasiswa merupakan kunci utama. Lewat penguasaan teknologi dan sains, generasi muda diharapkan mampu mengelola industri hijau dan hilirisasi bioenergi masa depan secara mandiri. ***