PANGKALAN KERINCI - Ada banyak cara untuk memberdayakan kaum disabilitas atau difable. Salah satunya seperti dilakukan kedai kopi 'Koliong' di Jalan Markisa, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kedai kopi yang satu ini keren sekaligus inspiratif. Pasalnya hampir semua karyawan yang bekerja merupakan penyandang disabilitas.

Dari luar, kedai kopi ini tak ada bedanya dengan kafe-kafe lain. Terdapat papan nama Koliong, dan jejeran kendaraan antik.

Jika menyambangi kedai kopi ini, pengunjung tidak hanya menghirup aroma semerbak kopi asal Takengon, Aceh Tengah, tapi juga senyuman hangat dari karyawannya.

"Kedai kopi ini merekrut para kaum disabilitas, seperti tuna rungu dan tuna wicara," kata pemilik kedai kopi Koliong, dr Biran, Rabu (28/10/2020).

Kehadiran kedai kopi Koliong ini, kata dokter muda ini, membawa harapan akan banyak hal termasuk kesetaraan. Penyandang disabilitas kerap dianggap kelompok marjinal.

"Kedai kopi ini dibuat untuk adanya kesetaraan, jadi disini mereka diberikan tempat. Mereka bisa berkarya, mereka bisa bekerja dengan keterbatasan yang mereka miliki," tuturnya.

Kedai kopi yang baru dibuka empat bulan lalu, saat ini menjadi tempat berkumpulnya para kaum difabel yang ada di Pangkalan Kerinci. Kedai kopi ini juga menetapkan tarif dengan membayar seiklasnya.

"Teman difabel yang kita rekrut disini tiga orang. Jadi mereka kita ajari untuk menjadi barista yang ngajari juga barista profesional yang kita undang dari Jakarta, kita berharap kedepannya mereka bisa mandiri," tukas dokter yang bertugas di Pangkalan Kerinci, kepada GoRiau. ***