
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Pelalawan tak henti-hentinya berusaha meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertanian khususnya gabah yang menjadi tanaman primadona masyarakat di daerah ini, khususnya Kecamatan Kuala Kampar.
Apalagi bagi kecamatan yang memiliki jarak terjauh dari ibukota kabupaten ini, selain potensi gabah, kecamatan itu juga memiliki potensi berupa ribuan hektar lahan persawahan dengan kondisi tanah yang subur.Tak pelak, dengan potensi yang dimilikinya itu membuat kecamatan tersebut pantas jika disebut sebagai pusat penghasil gabah terbesar atau lumbung padinya Kabupaten Pelalawan saat ini.
Dengan sejumlah potensi yang dimiliki kecamatan itu, Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pertanian terus melakukan berbagai upaya dan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas hasil panen padi di daerah tersebut. Terutama lagi produk unggulan yang dihasilkan berupa gabah dengan jenis varietas asli yang biasa disebut dengan beras Cekau dan Karya Pelalawan.
Saat ini, potensi padi merupakan komoditas penting setelah sawit dan karet di Kabupaten Pelalawan. Dari 25.600 hektar sawah pasang surut yang ada di Kabupaten Pelalawan, 15.900 hektar diantaranya terdapat di Kecamatan Kuala Kampar yang selama puluhan tahun merupakan daerah pusat pertumbuhan dan penyebaran berbagai jenis varietas padi pasang surut.
Dan sampai saat ini, masyarakat setempat masih mempertahankan jenis varietas asli tersebut yakni Cekau dan Karya Pelalawan. Pasalnya, walaupun padi jenis ini usia panennya hanya mencapai empat (4) bulan saja, namun padi jenis ini bisa tumbuh subur di lahan tersebut meski tidak diberi pupuk tambahan hanya dengan mengandalkan kesuburan tanahnya.
Bupati Pelalawan mencoba hand tracktor pada panen di padi di Kuala Kampar.''Sebagai masyarakat Pelalawan kita harus bangga karena daerah ini memiliki padi dengan jenis varietas lokal yang mampu bersaing dengan benih unggul yang ada saat ini. Karena itu, tantangan kita ke depan adalah bagaimana jenis varietas lokal ini bisa diupayakan menjadi benih unggul dengan tidak meninggalkan jenisnya,'' terang Bupati Pelalawan HM Harris saat melakukan acara panen penangkaran benih padi varietas unggul Cekau Pelalawan dan Karya Pelalawan, bertempat di Desa Sei Solok, Kecamatan Kuala Kampar beberapa waktu lalu.
Pemkab Pelalawan melalui dinas terkait, sampai saat ini terus melakukan uji coba. Diharapkan, dengan adanya upaya tersebut maka hal ini akan bisa mempercepat atau bisa sama usia panennya dengan bibit unggul saat ini yang hanya memerlukan waktu tiga (3) bulan sepuluh hari bisa langsung panen.
Bupati Pelalawan sangat menginginkan, agar bisa meningkatkan hasil pertanian dengan hasil yang berkualitas namun dengan usia panen yang relatif lebih cepat dari sebelumnya. Dan upaya tersebut saat ini sudah dilakukan oleh dinas terkait dengan cara meningkatkan kualitas benih lokal menjadi benih unggul dengan varietas lokal serta melakukan penyuluhan kepada para petani agar melakukan perubahan pola tanam dari yang biasanya.
Misalnya, seperti membuat saluran irigasi dan melakukan pembenihan sampai penanaman secara serentak. Disamping itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan mesin, selain mesin pengolah sawah berupa Hand Tractor juga diberikan bantuan mesin pemanen padi serta mesin perontok padi yang semuanya diberikan dan disalurkan elalui APBD.
Pemerintah daerah terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan produk dan hasil panennya menjadi lebih berkualitas dan meningkat. Setelah dipelajari dan evaluasi, ternyata selama ini terlihat kecenderungan para petani padi di Kuala Kampar tersebut memiliki sejumlah kekurangan untuk mengolah sawah mereka yang luasnya sangat tidak sebanding dengan kemampuannya.
Ditambah lagi modal yang minim, makanya pemerintah daerah mengupayakan pada petani agar dapat menggunakan alat berupa mesin untuk mengolah sawah mereka masing-masing. Dan masyarakat bisa melakukan setelah mereka mendapat penyuluhan dari petugas penyuluhan dari Dinas Pertanian.
Tak hanya itu, sebelum para petani turun ke sawah maka mereka juga harus memperhatikan bagaimana mengolah lahan sawah agar terhindar dari air pasang surut yang ada di daerah itu. Caranya yaitu dengan membuat tanggul dan saluran irigasi guna menghindari hama dan mengatur debit air yang masuk ke sawah.
Disamping itu, untuk mengubah kebiasaan masyarakat petani di Kuala Kampar, maka pemerintah daerah menerapkan juga turun benih dan penanaman serentak yang telah dilaksanakan di Kuala Kampar sejak beberapa waktu lalu itu, sehingga dengan begitu, apa yang diharapkan nantinya bisa sesuai dengan keinginan baik itu yakni kualitas dan kuantitas padinya bisa meningkat.
Untuk mewujudkan program yang sudah dibuat oleh pemerintah daerah tidaklah mudah, masyarakat petani yang ada di Kuala Kampar agar mau mengikuti program tersebut. Soalnya, biasanya menurut para petani padi lokal maka kebiasaan yang sudah mereka lakukan selama ini telah dianggap benar. Sehingga tidak ada niat bagi mereka untuk merubah pola cocok tanam sesuai anjuran dari Dinas Pertanian.
Karena itu, selain program pola cocok tanam yang ditawarkan kepada masyarakat petani yang ada di Kuala Kampar, maka pemerintah daerah juga membuat lahan percontohan yang luasnya mencapai 100 hektar yang dikelola secara modern dengan menanam bibit padi yang sama yakni varietas lokal namun dilengkapi dengan saluran irigasi.
Dengan begitu, nantinya diharapkan para petani bisa melihat perbandingan padi yang ditanam mereka dengan pola konvensional dengan tanaman yang dikelola dengan cara modern dan sama-sama menggunakan bibit varietas asli. Diharapkan percontohan yang dibuat bisa memicu para petani untuk meniru apa yang menjadi program pola tanam padi modern seperti yang kita contohkan ke mereka.
Dan untuk menyeragamkan kegiatan turun sawah itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian sendiri sudah menerapkan pola tanam serempak mulai dari turun benih sampai penanaman serentak kepada semua petani padi di Kuala Kampar.
Program awal tebar benih ini nantinya akan menjadi permulaan bagi semua petani sawah untuk memulai mengolah sawahnya guna bercocok tanam. Diharapkan kebiasaan ini nantinya bisa dipatuhi dan diikuti oleh semua petani, sehingga dengan demikian nantinya jika datang masa panen maka sudah dipastikan akan dilaksanakan panen secara serentak.
''Tujuannya selain untuk menyamakan tanam padi serentak dan juga untuk menghindari terjadinya penyerangan hama. Soalnya, kalau duluan menanam maka biasanya juga akan duluan panen dan biasanya juga kalau padi yang duluan berbuah dibandingkan dengan sawah yang lain maka sudah dipastikan menjadi sasaran burung pipit atau hama tikus,'' ujar Bupati Harris.
Bupati Pelalawan saat panen penangkaran benih padi varietas unggul Cekau Pelalawan dan Karya Pelalawan di Kecamatan Kuala Kampar.Dan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan hasil dan kualitas padi varietas lokal bukan hanya sampai di pengelolaan di tingkat petani saja, melainkan mulai dilakukannya hubungan kerjasama dengan kebupaten tetangga yakni Kabupaten Karimun kepulauan Riau. Sebab selama ini, hasil panen padi di Kualakampar sebagian besar dibawa ke Karimun untuk diolah dan hasilnya bisa memenuhi kebutuhan beras warga Karimun.
Melihat potensi yang ada, sehingga terus dikembangkan dengan melakukan budidaya benih.Caranya yakni dengan melakukan upaya pemurnian benih supaya menjadi benih unggul dengan varietas lokal. Tujuannya sendiri jika hal ini terwujud maka bukan tidak mungkin nantinya Kabupaten Pelalawan akan menjadi suplier benih unggul dengan varietas lokal padi Cekau dan Karya Pelalawan yang sudah dilakukan uji coba penanamannya di sejumlah daerah kepulauan, dan hasilnya memang cukup menggembirakan.
''Yang jelas upaya kita adalah terus melakukan pemurnian bibit padi lokal bisa menjadi bibit unggul, maka nantinya kita sebagai daerah asal bukan tidak mungkin menjadi penyuplai benih unggul dengan varietas asli. Dan rencananya, untuk pemasarannya mungkin bisa dipasarkan di sekitar kabupaten tetangga mulai dari Karimun, Siak, Bengkalis dan kabupaten lain. Soalnya, setelah diujicoba maka padi jenis ini sangat cocok hidup di lahan yang terletak di kepulauan,'' kata Bupati Harris.
Sejak berdiri tanggal 12 Oktober 1999 silam, bidang pertanian di wilayah bernama Kabupaten Pelalawan ini telah masuk dalam visi Kabupaten Pelalawan yakni ''Terwujudnya Kabupaten Pelalawan Maju Dan Sejahtera, Melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Yang Didukung Oleh Pertanian Yang Unggul DanIndustri Yang Tangguh Dalam Masyrakat Yang Beradat, Beriman, Bertaqwa Dan Berbudaya Melayu Tahun 2030''.
Rumusan visi daerah yang memiliki ibukota Pangkalan Kerinci mengandung sejumlah makna diantaranya yaitu Kabupaten Pelalawan yang maju dan sejahtera, pemberdayaan ekonomi kerakyatan (Ekora),pertanian yang unggul, industri yang tangguh dan masyarakat beriman dan bertaqwa serta bebudaya melayu.
PLTS Desa Sei Solok
Selain itu, masih dihari yang sama, dalam rangka untuk mewujudkan program Pelalawan Terang, Bupati Pelalawan HM Harris, dalam kunjungannya ke daerah perairan juga meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sei Solok, Kecamatan Kuala Kampar. Proyek pembangunan PLTS itu sendiri merupakan proyek kerjasama sharing buget antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dengan Pemerintah Provinsi Riau.
''PLTS Desa Sei Solok ini bisa melayani kurang lebih 400 rumah di desa ini selama 12 jam. Untuk itu berbagai upaya seperti PLTMG Langgam Power dan PLTS ini di didirikan, setidaknya agar persoalan kelistrikan di Kabupaten Pelalawan bisa terselasaikan,'' kata Bupati Pelalawan HM Harris.
Adapun program yang dapat menjadikan Pelalawan seperti saat ini tidak luput dari ide dan kerja keras sang Bupati, yaitu HM Harris bersama wakilnya Drs H Marwan Ibrahim yang didukung penuh oleh seluruh Satker yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pelalawan membuat Pelalawan menjadi salah satu kabupaten pemekaran paling maju di Riau.
Bupati Pelalawa HM Harris saat meresmikan PLTS di Desa Sei Solok, Kecamatan Kuala Kampar.Program yang diusung oleh sang Bupati, saat ini mulai dirasakan oleh masyarakat Pelalawan, mulai dari program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kelurahan (PPIDK), pendidikan gratis, sampai program pelalawan terang, serta beberapa program lainya, saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Saat ini, untuk program PPIDK Pemkab Pelalawan sudah mengalokasikan anggaran Rp400 sampai Rp500 juta per Desa dan Kelurahan di Kabupaten Pelalawan, untuk melaksankan program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Mandiri, yang sudah tertuang dalam Perbup Nomor 10/ 2013. Program ini salah satunya untuk mempercepat pengurangan tingkat kemiskinan di daerah tersebut.
''Insya Allah di tahun ini untuk pemasangan jaringan listrik di sejumlah desa-desa yang belum ada listrik, untuk pemasanganya jaringan seperti tiang listrik dan jaringanya juga akan menggunakan dana PPIDK yang akan dikelola oleh masyarakat desa sendiri,'' ungkap Bupati Harris.
Melalui Perbup Nomor: 10/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Keuangan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan (PPIDK) Mandiri itu, Pemkab mengalokasikan anggaran antara Rp400 sampai Rp500 juta per Desa/Kelurahan guna membangun infrastruktur di masing-masing desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Pelalawan.
Ada dua sasaran dari Pemkab Pelalawan dalam mengeluarkan kebijakan programPPIDK Mandiri tahun 2013 ini, yakni mengurangi kemiskinan dan memperkuat implementasi tata kelola pemerintah yang baik atau good governance di tingkat kecamatan dan desa dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM.
Tujuan dari program PPIDK ini adalah untuk mewujudkan peningkatan akses kepada masyarakat miskin, hampir miskin dan kaum perempuan terhadap pelayanan infrastruktur pedesaan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Selanjutnya, adanya percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur di Desa/Kelurahan.
''Ini bertujuan untuk meningkatkan akses pemasaran dan atau mengurangi isolasi daerah, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa/Kelurahan, meningkatkan peran serta aktif masyarakat dan mempercepat juga menyebarluaskan pembangunan di setiap desa/kelurahan dalam wilayah kecamatan yang bersangkutan,'' terang Bupati Harris.
Selain itu, PPIDK Mandiri ada lima fungsi pelaksanaan kegiatan program PPIDK Mandiri, yakni memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur Desa/Kelurahan, membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial, menunjang kegiatan ekonomi masyarakat dan menunjang program ekonomi kerakyatan.
Kemudian fungsi yang lain diantaranya, mengatasi pengangguran dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan fungsi yang terakhir yakni membuka isolasi dan memperlancar transportasi di Desa/Kelurahan, serta antar Desa/Kelurahan.
Sementara itu, dalam implementasinya, tingkat keberhasilan pelaksanaan program PPIDK Mandiri ditentukan dengan sejumlah indikator-indikator diantaranya pasca dilaksanakannya program PPIDK Mandiri di suatu Desa/Kelurahan, maka masyarakat di lokasi sasaran mempunyai akses yang lebih mudah ke pusat kegiatan perekonomian atau mempunyai akses yang lebih mudah untuk memperoleh air bersih/air irigasi.
Indikator keberhasilan lainnya program PPIDK Mandiri yakni terbangun dan terpeliharanya infrastruktur berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial di Desa/Kelurahan, terbentuknya organisasi pengelola yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur terbangun dan terakhir indikator keberhasilan itu bisa dilihat dari terpenuhinya empat 'T' yakni Tepat sasaran, Tepat waktu, Tepat jumlah dan Tepat mutu. (rkn)