PEKANBARU, GORIAU.COM - Polsek Tampan, Pekanbaru, Riau, Jumat (15/3/2013) kemaren berhasil membekuk salah satu sindikat pembobolan ATM di Pekanbaru bernama Akmal. Ada cara baru menipu nasabah bank yang sedang berada di ATM, yang terungkap saat pemeriksaan.

Bagaimana cara Akmal menjalankan operasinya? Berikut strategi yang terungkap saat penyelidikan terhadap Akmal:

Di hadapan polisi, Akmal menyampaikan skenario baru yang bernama ''Penipuan Lewat Call Centre'' itu. Pada tahap awal, kawanan penipu akan mengamati ATM dan lingkungannya.

Jika kondisi menurut perkiraan aman, maka pelaku akan masuk ke ATM, jika nasabah lain memasukkan kartu ATM, namun pelaku justru memasukkan anak korek api ke mesin ATM. Setelah memasukkan anak korek api, pelaku juga memasang stiker di mesin ATM yang bertuliskan nomor telepon call centre.

Setelah memasukkan anak korek dan memasang stiker, pelaku keluar dan kembali antri bersama nasabah lain. Di saat nasabah lain masuk, maka nasabah akan mengalami kekecewaan karena kartu ATM tak bisa masuk, dan kalau dipaksakan, kartu akan nyangkut di lobang ATM.

Dengan berpura-pura menolong nasabah yang kartunya tersangkut tersebut, maka pelaku akan menyarankan nasabah untuk menghubungi nomor call centre yang sebelumnya sudah ditempelkannya. Perlu diingat, nomor call centre tersebut bukanlah nomor telepon bank, melainkan nomor kawanan penipu. Saat call centre dihubungi, maka pelaku yang menerima telpon akan meminta nomor PIN dengan alasan untuk memblokir kartu.

Jika nasabah memberikan nomor PIN maka pelaku akan meyakinkan korban bahwa rekening sudah diblokir, padahal itu itu diblokir, karena yang ditelpon bukanlah pihak bank. Selanjutnya, pelaku akan mengarahkan agar kartu dibiarkan saja, toh nomor rekening sudah diblokir.

Setelah nasabah membiarkan kartu yang tersangkut di mesin ATM tertinggal, maka pelaku yang ada di mesin ATM akan menarik kartu ATM yang tertinggal dengan berbagai cara. Setelah berhasil menarik kartu, maka pelaku akan membobol ATM dengan kartu yang tertinggal tersebut karena PIN korban sudah diperoleh. Jadi berhati-hatilah saat masuk ke ATM dan menemukan lobang kartu ATM yang tidak bisa dimasukkan kartu, jangan percaya dengan orang yang menolong dan mengarahkan untuk menelpon nomor call centre ''palsu''. (***/dtc)