
SELATPANJANG - Perhelatan perang air alias Cian Cui telah berlangsung dengan sangat meriah di Selatpanjang tanggal 28 Januari hingga 2 Februari 2017. Namun, saat berlangsungnya perang air ini, ada beberapa poin yang dikeluhkan peserta.
Salah satunya seperti penggunaan air laut atau air asin untuk menyiram peserta perang air. Ini terjadi di Jalan Ahmad Yani dan persimpangan Pelabuhan Camat Jalan Tebingtinggi.
Warga yang menunggu di pinggir jalan, rupanya menggunakan air asin untuk menyirami peserta perang air. Sedangkan air asin sangat cepat membuat besi-besi kendaraan baik sepeda motor maupun becak menjadi berkarat serta kropos.
"Air asin sangat berbahaya kalau mengenai kendaraan. Bisa berkarat dan kropos. Seharusnya air asik tidak usah digunakan dalam perang air. Ini harus menjadi perhatian khusus pada tahun mendatang," keluh Ahmad (32) warga Jalan Rintis Selatpanjang, Jumat (3/2/2017).
Selain itu, ditambahkan Andi, penggunaan air es juga harus difikirkan ulang. Karena, dikhawatirkan bisa membuat peserta menjadi demam. Diantara ribuan peserta itu, tidak hanya ada orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan orang tua.
Dikhawatirkan daya tahan tubuh mereka melemah, ditambah saat perang air mulai cuaca masih sangat panas. "Bayangkan saja, sedang panas-panasnya disiram air es. Memang saya tidak sempat demam, tapi pada malam usai ikut perang air terasa ngedrop, badan kurang enak," kata Andi.
"Semoga tahun depan ini menjadi perhatian khusus bagi semua pihak pembuat kebijakan," harap laki-laki yang tinggal di Jalan Banglas itu.
Pantauan GoRiau, pelaksanaan perang air tahun 2017 telah sangat tertib jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perang air di Imlek 2568, tidak menyisakan sampah sebab tidak dibenarkan menggunakan wadah seperti plastik ataupun air mineral gelas.
Perang air tahun ini juga cukup meriah. Beberapa pihak yang ikut mensupport antara lain Pemda Kepulauan Meranti, PHRI, TNI, Polri, MAKIn Selatpanjang, KFM, Provinsi Riau, dan BOTS Selatpanjang. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini