
PEKANBARU – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Riau mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas. Riau sebagai penghubung antarprovinsi di Pulau Sumatra memiliki berbagai jalur penting menuju Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Utara, dan wilayah selatan yang rawan kecelakaan.
Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Onki Hertawan, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025, Selasa (25/3/2025). Ia menjelaskan bahwa pengawasan dan kesiapan pengamanan perlu ditingkatkan untuk memastikan keselamatan pemudik Idulfitri 1446 H.
"Beberapa ruas jalan di Riau memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi karena karakteristik jalannya, minimnya rambu, hingga perilaku pengendara yang tidak tertib," ujar Onki.
Lintas Barat Menuju Sumatra Barat
Beberapa titik yang perlu diwaspadai di jalur Pekanbaru – Bangkinang antara lain:
* KM 22 Simpang Garuda Sakti: U-turn berisiko dan kecepatan tinggi jadi faktor utama kecelakaan.
* KM 27 Sungai Pinang: Banyak pengendara melawan arus.
* KM 53 Simpang Kubu: Ramai kendaraan roda dua di sore hari.
* KM 62 Bundaran Pabrik Karet Bangkinang Kota: Persimpangan tanpa sinyal dan padat kendaraan.
* KM 66 Kuok: Jalan bagus tapi kecepatan tinggi dan banyak aktivitas warga.
* KM 93 Tanjung Alai: Tikungan tajam menjadi momok bagi pengendara.
Lintas Selatan Arah Taluk Kuantan
Jalur selatan yang menghubungkan Pekanbaru hingga Taluk Kuantan juga menyimpan risiko kecelakaan, terutama di titik:
* KM 13 Kampung Pinang: Marka jalan aus dan akses warga padat.
* KM 33 Sungai Pagar: Kecepatan tinggi di area permukiman.
* KM 75 Lipat Kain Selatan: Tikungan dan kerusakan jalan memperbesar risiko.
* Koordinat 0°08’58.9’’S 101°17’40.5’’E dan 0°08’40.6’’S 101°17’05.9’’E: Minim penerangan dan tanpa marka jalan.
Lintas Timur Menuju Jambi
Sejumlah ruas jalur timur menuju Jambi turut masuk daftar titik rawan:
* KM 59,3 Pelalawan: Warning light rusak, lalu lintas padat.
* Tugu Patin Pematang Reba – KM 14,6: Jalan lurus berbukit, marka samar, banyak kendaraan saling salip.
* KM 19,0–19,7 Pelalawan: Tikungan tertutup pepohonan dan jalan miring.
* Sorek I – Batas Inhu dan sekitarnya: Minim rambu, banyak simpang, serta lingkungan padat penduduk.
* KM 71,7 Pangkalan Kasai – Jambi: Persimpangan rawan kecelakaan.
* KM 260–270 dan KM 278 Desa Keritang: Tikungan tajam, minim penerangan, dan kurang rambu.
Lintas Utara Menuju Sumatra Utara
Jalur utara tak kalah berbahaya:
* Dusun Karya Tanah Putih: Rambu dan penerangan minim.
* KM 248–252 Simpang Balam – Batang: Jalan lurus dan kecepatan tinggi.
* KM 167 Duri – Simpang Batang: Belokan tajam dan aktivitas warga tinggi.
* Dumai – Bukit Timah: Tikungan tajam dan persimpangan tiga tanpa rambu.
* KM 260 Simpang Balam – Bagan Batu: Dikenal sebagai Tikungan Maut, rawan karena kondisi jalan buruk dan jarak pandang terbatas.
* Batas Kota Dumai – Duri: Tikungan patah, simpang tiga, tanpa penerangan.
Onki menekankan bahwa identifikasi titik-titik ini sudah disampaikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti. "Kami harapkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, agar angka kecelakaan bisa ditekan saat mudik," jelasnya.
Ia juga mengimbau pemudik untuk memperhatikan kondisi kendaraan, tidak memaksakan perjalanan dalam kondisi lelah, serta selalu mematuhi rambu lalu lintas. ***