PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski pagi ini titik panas (hotspot) di daratan Riau tercatat menurun yang menyisakan 145 titik api dari pantauan Satelit Terra dan Aqua, namun Gubernur Riau, H Annas Maamun tetap mengantisipasi kondisi ini hingga beberapa waktu ke depan.

Ada pun langkah yang telah dijalani Annas dimana sudah terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diisi tim keamanan dari Danrem, Polda dan Satpol PP Provinsi Riau.

Tim tersebut sudah diturunkan ke lokasi sejak Minggu (23/2/2014) lalu. Namun ternyata bukan hanya itu yang menjadi upaya Pemprov Riau dalam menangani bencana ini. Setiap desa akan diletakkan lima relawan yang siap tanggap meminimalisir meluasnya kebakaran di lokasi.

"Setiap desa akan ditempatkan lima tenaga relawan untuk antisipasi meluasnya titik api. Ini sudah hasil koordinasi dinas terkait dengan Pak Gub (Annas, red)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Said Saqlul Amri kepada GoRiau.com, Selasa (25/2/2014).

Artinya, lokasi munculnya titik api tidak harus menunggu bantuan dari pemkab atau provinsi untuk memadamkannya. "Mereka siap tanggap, terutama untuk api-api yang relatif masih bisa ditangani," ujar Said.

Sementara untuk kebakaran yang dinilai besar dan tidak bisa ditangani oleh lima petugas tadi, Said mengatakan langsung berkoordinasi dengan pemkab dan provinsi. "Pihak BNPB juga sudah menyatakan siap jika dibutuhkan," tandas Said.

Dijelaskannya, hingga pagi ini titik panas di Riau sudah mengalami penurunan, tersisa 145 hotspot di daratan Riau yang terpantau oleh Satelit Terra dan Aqua.***