SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Anton Medan, meminta semua pengurus PITI yang berada di daerah harus bisa menjadikan PITI sebagai organisasi yang berbasis keagamaan, ekonomi, sosial dan budaya yang berskala nasional. Ia juga meminta PITI berfungsi sebagai tempat singgah, tempat belajar ilmu agama Islam.

Demikian disampaikan Anton Medan pada saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PITI Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu, (Pelantikan Lukman Firdaus alias Lim Chit Kiong sebagai Ketua DPD PITI Kepulauan Meranti).

Menurut H Muhammad Ramdhan Effendi atau yang lebih dikenal H Anton Medan ini, PITI harus mampu menjadi organisasi berbasis agama, sosial, dan budaya. Selain itu mantan alumni lapas cipinang ini juga meminta PITI bisa menjadi tempat bersilaturahmi untuk belajar ilmu agama dan cara beribadah bagi etnis Tionghoa yang tertarik dan ingin memeluk agama Islam serta tempat berbagi pengalaman bagi mereka yang baru masuk Islam.

"Selain itu, PITI juga harus terus merangkul semua komponen warga Tionghoa untuk menyikapi dan berpartisipasi dalam perjalanan bangsa Indonesia ke depan," ujar Anton Medan.

Sementara Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Masrul Kasmy MSi, mengharapkan dari terbentuknya Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) di Kabupaten ini bisa menjadi salah satu organisasi yang bisa bersama-sama membantu pengembangan dan pembangun pola kemajuan karakter masyarakat kabupaten Kepulauan Meranti yang terdiri dari berbagai suku dan etnis.

Menurut Masrul lagi, ada lagi bagian terpenting dengan terbentuknya organisasi PITI di Kepulauan Meranti ini, yakni suatu langkah yang bisa bersinergi dalam menghidupkan kembali program Pemerintah terhadap pembinaan untuk Mu'alaf yang telah terbangun dari beberapa tahun belakangan ini.(zal)