PEKANBARU - Polda Riau langsung menggelar jumpa pers, Jumat (2/9/2016) siang soal foto yang menuding polisi 'kongkow-kongkow' dengan pengusaha sawit yang dikaitkan dengan penghentikan penyidikan (SP-3) perusahaan pembakar lahan.

Dalam foto yang beredar, ada tiga perwira menengah (Pamen) berpangkat Kombes di Polda Riau, yakni Direktur Reskrimsus Kombes Rivai Sinambela, Direktur Reskrimum Kombes Surawan dan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Toni Hermawan. Ada juga dari Div Propam Mabes Polri.

Polda Riau menepisnya, bahwa foto 'kongkow-kongkow' tidak ada berkaitan soal pembahasan kasus termasuk SP-3 atau lainnya, di mana disebut-sebut dalam foto ini ada bos PT APSL di Rohul. "PT itu (APSL) tidak masuk daftar 15 perusahaan yang di SP-3," jawab Kabid Humas, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Lalu apa peran masing-masing perwira menengah ini di lokasi yang diakui berada dalam lounge lantai tujuh sebuah hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru tersebut, di mana foto itu diambil pada Minggu malam lalu:

1. Direktur Krimum Polda Riau, Kombes Surawan. Kebedaraannya di lounge ini tengah membahas soal kasus bentrokan berdarah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kenapa pembahasan penyelidikan di lounge? "Karena memang kebetulan anggota Div Propam Mabes nginap di sana," jawabnya.

"Sekalian kita ke sana, membahas progress penyelidikan dan Anev terkait kasus Meranti. Karena Direktorat Reskrimum dilibatkan dalam kasus itu. Selain saya ada juga Kasubdit II dan III selaku Kepala Tim (Katim)," sambung Surawan, Jumat (2/9/2016) siang di Mapolda Riau.

2. Direktur Krimsus Polda Riau, Kombes Rivai Sinambela. Keberadannya dalam foto kongkow-kongkow ini diakui Polda Riau tidak menyangkut pembahasan yang dituding soal kasus SP-3 perusahaan pembakar lahan, melainkan untuk bertemu saja, lantaran ada anggota dari Div Propam dan pejabat Polda lainnya.

3. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Toni Hermawan. "Keberadaan saya di sana tak ada kaitan apa-apa, mulai dari kasus Meranti hingga soal SP-3. Saya ke sana karena ada teman satu angkatan bahkan tetangga saya di Bandung," jawab Kombes Toni yang juga masuk dalam foto tersebut.

"Karena ini (polisi) satu angkatan, secara etika tentu saya menemuinya, dan difoto tersebut bisa dilihat, saya (berpose) sambil nelpon, karena waktu itu persis saya baru datang, tiba-tiba langsung di ajak berfoto bersama," jawab dia.

Ketika sedang berkumpul ini, rombongan pengusaha datang dibawa oleh pengelola hotel tersebut. "Kita kenalnya dengan pengelola hotel, yang lain tidak tahu (siapa mereka, red). Kita hampiri ke sana dan mereka minta foto bersama," kata Kombes Surawan.

"Setelah itu kami kembali ke table. Kami lanjut bahas soal Meranti dan mereka lanjut dengan sesama mereka (pengusaha, red). Sampai selesai, sesama kami (polisi) di sana bahkan tak ada sedikit pun bahas soal kasus kebakaran lahan," tukas Surawan. ***