SELATPANJANG, GORIAU.COM - Entah seperti apa kerjasama antara Singapore dengan Meranti dalam hal pengolahan arang. Dimana, hasil hutan mangroove di Meranti diolah jadi arang, dan dipacking menggunakan packing dari Singapore.
Pantauan wartawan di Panglung Arang yang terletak di Selat Rengit, tepatnya di Desa Semukut, Kamis (26/3/2015) siang, para pekerja berasal dari warga setempat. Sementara untuk pengolahan kayu bakau juga dari hutan di Meranti dengan pekerja juga dari warga tempatan.
Anehnya lagi, packing arang tersebut menggunakan kemasan yang berlabelkan Singapore. Tulisannya menggunakan tulisan China.
Menurut beberapa pekerja, arang yang sudah dipacking seberat 1.2Kg itu akan dikirim ke Singapore. Arang-arang tersebut diangkut setiap 20 hari olah kapal yang langsung dimuat melalui jembatan tikus milik panglung arang cote itu.
Beberapa warga sempat menanyakan mengapa packing itu menggunakan packing dari Singapore. Kalaupun ekspornya legal atau dibenarnya sesuai undang-undang, kenapa harus dimuat melalui pelabuhan tikus.
"Begini ya cara ekspor arang bisa dari pelabuhan kecil ini. Lagi pula, selama ini saya jarang melihat ada orang dinas turun ke panglung arang, sementara ekspornya telah berlangsung sejak lama," ujar salah seorang warga tempatan yang enggan menyebutkan namanya.
(zal)