SIAK – Seorang dokter bernama Alex Kristo Lotis (30) ditemukan meninggal dunia di area semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Penemuan jasad korban mengakhiri pencarian setelah ia sempat dilaporkan hilang sejak Senin (13/7/2026) sore.

Dirkrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua menjelaskan, peristiwa ini bermula saat istri korban, Yulianti Marbun yang juga seorang dokter, mencoba menghubungi telepon genggam suaminya pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, ponsel tersebut sudah dalam keadaan tidak aktif.

"Merasa khawatir, istri korban kemudian mencari keberadaan suaminya di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak dan menanyakan kepada rekan-rekan sesama dokter," ujar Hasyim.

Karena tidak mendapatkan informasi keberadaan suaminya, pencarian pun diperluas hingga menghubungi pihak keluarga di Bagan Batu, namun hasilnya tetap nihil. Upaya pencarian berlanjut dengan meninjau rekaman kamera pengawas (CCTV) rumah sakit bersama petugas keamanan.

"Dari rekaman CCTV diketahui korban berjalan seorang diri menuju pintu keluar depan Pos Satpam RSUD Tengku Rafian Siak sebelum meninggalkan area rumah sakit," sambung Hasyim.

Pencarian intensif kembali dilakukan pada Selasa (14/7/2026) pagi. Puncaknya, sekitar pukul 11.30 WIB, tiga petugas yang terdiri dari dua petugas keamanan dan seorang sopir ambulans menyisir area semak belukar di samping pagar rumah sakit, berdasarkan titik terakhir yang terekam CCTV di Pos Security II.

Salah satu petugas keamanan kemudian memanjat pagar dan menemukan korban dalam posisi terlentang di semak belukar, berjarak sekitar lima meter dari luar pagar atau 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. "Di samping tubuh korban juga ditemukan tas sandang miliknya," jelasnya.

Usai menerima laporan, tim Satreskrim Polres Siak segera mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk keperluan autopsi.

Dari lokasi penemuan, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, ID card, stetoskop, alat ukur tensi, alat cek gula darah, headset bluetooth, uang tunai Rp 861 ribu, serta beberapa peralatan medis berupa jarum suntik dan dua vial obat bertuliskan Fentanil Citrate dan Rocuronium Bromide.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. "Saat ini masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian dokter tersebut," tutur Hasyim.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan secara kasat mata pada tubuh korban. ***