
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Setelah diidentifikasi dan dipanggil warga yang merasa kehilangan anak, identitas mayat perempuan yang ditemukan terkubur di samping gudang tempat salai kelapa Jalan Pelabuhan Peranggas Desa Lemang Kecamatan Rangsang Barat Kepulauan Meranti, Riau, mulai terkuak. Mayat tersebut diyakini bernama Ramlah Bin Darsah (25) warga Jalan Pelabuhan.
Diketahuinya identitas mayat yang sudah membengkak itu setelah polisi memberi kabar ke masyarakat bahwa bagi yang kehilangan anak agar bisa turun dekat pelabuhan, karena ada penemuan mayat, Selasa (21/4/2015) sore sekitar pukul 17.00 WIB.Darsah (70) beserta istrinya Rodiah yang merasa kehilangan anak perempuannya langsung turun ke TKP. Setelah melihat mayat dan pakaian yang ada, Darsah yakin bahwa mayat tersebut meruapkan anaknya yang bernama Ramlah.Ketika ditemui di kamar mayat RSUD Kepulauan Meranti, Darsah didampingi istrinya Rodiah mengatakan bahwa Sabtu (18/4/2015) sore terakhir Ia berkomunikasi dengan anaknya Ramlah itu. Sebab, waktu itu Ramlah mengatakan ingin melihat pembagian hadiah MTQ di Lemang. Sejak itu pula, Darsah tak lagi mendengar kabar anak perempuannya yang sudah menjanda itu."Kami sama-sama tak punya Hp. Kadang-kadang dia sering nginap di rumah saudaranya di Melai. Jadi kami tidak curiga dia pulang atau tidak waktu itu," kata Darsah.Di tempat sama, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melalui Kasat Reskrim Antoni L Gaol didampingi Kapolsek Rangsang Barat H Budi P mengatakan korban (Ramlah) meninggal karena dibunuh. Diduga sebelum dikuburkan di TKP, Ramlah terlebih dahulu dibunuh dengan kondisi leher, tangan diikat dan dimasukkan ke dalam tanah yang digali dengan cangkul.Sementara saat ditemukan, ditambahkan Antoni, satu kaki korban sebelah kiri keluar dan berada di permukaan tanah (diduga akibat ditarik-tarik binatang yang hendak memakan bangkai. Sebab kaki kiri korban terdapat luka robek). Penemuan mayat itu sekira pukul 17.00 WIB, selanjutnya dilakukan penggalian dan mayat lansng dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk divisum.Dari pemeriksaan visum luar yang dilakukan oleh dokter RSUD Selatpanjang didapati hasil sebagai berikut, terdapat ikatan tali nilon pada lengan sebelah kanan dan leher korban, terdapat luka robek terbuka pada kaki sebelah kiri korban."Diperkirakan korban diduga dibunuh pada hari Minggu tanggal 19 April 2015," ungkap Antoni pula.Usai dilakukan visum itu, pihak kepolisian menyerahkan korban kepada keluarga. Selanjutnya pihak kepolisian melakukan lidik dan memeriksa saksi-saksi. Pihak kepolisian juga melakukan penyitaan BB berupa cangkul, celana jeans warna biru, celana dalam warna merah dan pembalut.(zal)