
PEKANBARU, GORIAU.COM - Mulai tergerusnya rasa nasionalisme masyarakat di daerah perbatasan, terutama perbatasan pulau antara Indonesia khususnya di Provinsi Riau dengan negara tetangga cukup menyedihkan.
Dimana banyak pengalihan cara beraktivitas mereka yang dituangkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kasus yang sudah mulai terlihat dimana masyarakat perbatasan mulai menggunakan mata uang asing.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Nizhamul, menyebutkan, mata uang Indonesia (rupiah) perlahan-perlahan mulai tidak ditinggalkan.
"Ini harus menjadi perhatian kita. Untuk segera mungkin kita akan lakukan pendekatan dengan masyarakat tersebut," terangnya.
Jauh dari perkotaan dan hiruk-pikuk kebiasaan beraktivitas di Indonesia, membuat mereka semakin 'mantap' dalam peralihan menuju penyerapan budaya dari luar.
Bahkan kata Nizhamul, informasi yang menjai referensi mereka saat ini hanya radio. Dimana frekuensi rata-rata yang bisa mereka dengar tentunya dari radio luar.
"Artinya, hampir setiap hari mereka bisa dikatakan terbiasa mendengar lagu dan informasi dari luar," ujar Nizhamul.***