
PEKANBARU, GORIAU.COM - Dua aktivis Himpunan Mahasiswa Islam - Majelis Penyelemat Organisasi (HMI-MPO) cabang Pekanbaru harus merasakan perihnya pukulan yang dilayangkan aparat kepolisian. Peristiwa pemukulan itu terjadi, Rabu (13/8/2014) pagi menjelang siang.
Dimana, 15 aktivis HMI-MPO akan menggelar unjuk rasa di Tugu Zapin, tepatnya depan Kantor Gubernur Riau. Mereka ingin mengkritisi kebijakan Annas Maamun sebagai gubernur baru di Riau.
"Sampai di lokasi, kami sudah melihat puluhan Satpol PP lengkap dengan pentungan dan anggota polisi sudah berjaga-jaga," ujar Ganjar Setiawan, Ketua Umum HMI-MPO Pekanbaru.
"Dari sini, saya sudah merasa lain. Kok ramai kali, padahal aksi kita hanya aksi damai," lanjut Ganjar. Meski puluhan anggota Satpol PP dengan pentungan dan puluhan polisi berjaga, belasan aktivis HMI-MPO tetap berkeingin untuk orasi.
Ganjar bersama rekan-rekannya mulai naik ke atas Tugu Zapin. Namun, saat itu juga ia ditarik oleh polisi. "Para polisi yang berjaga langsung menarik kami, saat itu juga terjadi percakapan," katanya.
"Inti dari percakapan itu, mereka melarang kami untuk aksi," lanjutnya. Mendapat pelarangan itu, Ganjar mencoba untuk negosiasi. Alhasil, aksi tersebut tetap tidak diperbolehkan.
Tidak bisa orasi, HMI-MPO berjalan menuju Puswil Soeman HS. Disini, mereka berencana untuk melakukan 'breafing'. Tanpa disangka, puluhan anggota polisi mengikuti dan langsung menghalau mahasiswa ini.
"Saat itu juga, salah satu anggota saya, Tape dipukul. Saya melihat dia dicekik dan ditendang oleh seorang Kapolsek," ujar Ganjar. Melihat Tape digebukin, Ganjar datang bermaksud untuk menyelamatkan kawannya. Sial, malah dirinya yang dipukul.
"Saya ditarik dan dipukul bagian perut, pundak dan bahkan saya ditampar di pipi sebelah kiri," urai Ganjar. Mendapat pukulan itu, Ganjar beranjak pergi.
"Ketika saya pergi, aparat kembali menarik dan menghantam bagian perut," tambah Ganjar. Akhirnya, belasan mahasiswa ini memutuskan untuk pulang.
Senada dengan Ganjar, Lukman Hakim selaku Korlap Aksi mengaku diintimidasi oleh salah seorang pejabat Pemprov Riau sebelum menggelar aksi. Dimana, dalam percakapan telpon tersebut, Annas Maamun akan menurunkan massa tandingan jika mereka menggelar aksi. "Hati-hati saja, akan ada massa tandingan," ujar Lukman menirukan ucapan orang tersebut.
"Usai demo, kami pun dapat ancaman dari seseorang yang tak kami kenal. Dia mengirimi kami pesan, isinya berupa ancaman," tutur Lukman.
Atas peristiwa ini, HMI-MPO berencana akan melaporkan oknum polisi yang main kekerasan ke Polda Riau. "Sekarang, kami sedang konsolidasi dengan PB HMI-MPO dan akan ada aksi solidaritas," ujar Ganjar.(san)