SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kepulauan Meranti ternyata memiliki pantai yang bisa dijadikan tempat untuk menghabiskan masa liburan. Saat ini pula, pantai yang bernama Beting Beras itu menjadi tempat tujuan warga Meranti untuk berlibur atau tempat melepas lelah selama bekerja.

Sedikit pengenalan tentang Pantai Beting beras, pantai ini terletak di Pulau Merbau Kupalaun Meranti. Pantai ini memiliki hamparan pasir halus yang terbentang luas dengan panjang lebih kurang 4 Km. Pantai itu menjadi tumpuan para pengunjung saat liburan akhir pekan. Pantai beting beras memiliki sejarah yang cukup menarik. Menurut cerita dan keterangan warga setempat, pantai beting beras terjadi akibat tumpahan beras dari periuk nasi yang sedang mendidih di atas tungku saat pertarungan antara dua orang panglima saat itu, yaitu Panglima Ali Vs Panglima Abas, di tepian pantai kuala Merbau tersebut. Selain itu, pantai ini juga di anggap salah satu tempat yang dikeramatkan oleh warga setempat hingga saat ini. Ini diakibatkan terus berkembangnya kabar di masyarakat setempat tentang asal usul terjadinya itu. Sehingga jika mengunjungi pantai ini, sifat dan prilaku tidak boleh sembarangan, yakni dengan tidak mengatakan atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma setempat. Camat Pulau Merbau, H Edi Mohamad Nor, mengungkapkan bahwa saat ini para pengunjung pantai beting beras mulai ramai. "Ya kelihatannya para pengunjung pantai tersebut mulai ramai dari sebelumnya," ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa kedepannya pantai beting beras tersebut akan terus dikembangkan. "Selanjutnya agar pantai ini bisa dikembangkan tentunya butuh dukungan dari semua pihak, baik dinas terkait maupun unsur masyarakat," sebutnya. Sementara itu, Kepala Desa Kuala Merbau, Efendi Alwi mengatakan, pantai yang mengaplikasikan keindahan alam itu menyimpan cerita sejarah zaman kesultanan kerajaan Merbau. Selain itu, Kata Efendi, Pantai ini juga mempunyai kekayaan biota laut bergai jenis seafood yang tidak ditemui dipantai wisata daerah lain. Menurutnya, Pantai ini sendiri diramaikan pengunjung dalam beberapa bulan belakangan, hal ini juga merupakan efek dari Pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti.  "Setiap akhir pekan, tercatat ribuan pengunjung datang kesini, hal ini tak lepas dari fokus pemerintah membuka akses wilayah yang terisolir inj. Semakin ramai pengunjung kesini, tentu menjadi efek ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, baik bagi para pedagang maupun yang menyediakan jasa parkir," katanya.***