TELUKKUANTAN - Memasuki akhir tahun, tentu anda sudah punya rencana tersendiri untuk menghabiskan libur panjang. Nah, bagi warga Riau yang ingin menyatu dengan alam, bisa menikmati wisata air terjun di Kuantan Singingi (Kuansing).

Di Kuansing, tidak hanya Guruh Gemurai yang indah. Setidaknya, ada 10 air terjun lainnya yang hingga saat ini belum begitu populer di kalangan masyarakat. Salah satunya Gemuruh Air Hitam.

Untuk sampai ke lokasi, pengunjung memiliki tantangan tersendiri. Sebab, Gemuruh Air Hitam berada di tengah hutan dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Desa Kasang, Kuantan Mudik.

Secara geografis, Desa Kasang merupakan desa terluar di Kuansing yang menjadi perbatasan Riau - Sumatera Barat (Sumbar). Jika dari Telukkuantan, jaraknya mencapai 35 Km atau sekitar 30 menit sampai di lokasi.

Menurut dr. Gianjar Sukma Putra, anggota dari Alam Batobo, sebuah organisasi yang fokus pada pelestarian alam dan lingkungan di Kuantan Mudik, menyatakan untuk sampai ke lokasi harus melewati medan yang berat.

"Dari desa, kita bisa menggunakan sepeda motor sampai ke pinggir hutan," ujar alumnus Kedokteran Unri yang akrab disapa Egi, Minggu (20/12/2015) siang.

Setelah itu, lanjut dia, pengunjung akan berjalan kaki selama 45 menit menembus semak belukar. Jalan setapak dan melewati perbukitan menjadi tantangan tersendiri.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/20122015/1jpg-3666.jpg

"Medannya sangat menantang, kita tracking untuk sampai di lokasi. Agak lumayan capek juga, tapi rasa capek tersebut terobati ketika sampai di Gemurai Air Hitam," ujar Egi.

Sementara itu, Yudi yang juga anggota Alam Batobo bercerita, awal mulanya Gemurai Air Hitam ditemukan berdasarkan informasi warga setempat. Berbekal informasi tersebut, ia bersama rekan-rekannya di Alam Batobo mencoba menelusurinya.

"Awalnya, kita sangat kesulitan untuk membuat jalan. Kita berjalan di sepanjang sungai yang dipenuhi bongkahan batu besar," ujar Yudi.

"Alhamdulillah, setelah mengarungi sungai kita sampai pada sebuah tebing yang curam. Ya, inilah Gemurai Air Hitam itu," ulas Yudi.

Untuk sampai ke dasar, dia bersama rekannya menuruni tebing setinggi 50 meter. Jalan tersebut dirintis oleh Alam Batobo.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/20122015/2jpg-3665.jpg

"Jalannya sampai saat ini memang belum memadai, tapi bagi yang suka tantangan, ini jelas sangat menarik," kata Yudi.

Sesampai di Gemurai Air Hitam, suara gemercik air yang terjun dari setiap tingkatnya menimbulkan nada yang bertingkah. Seolah alunan musik yang membuat pikiran begitu nyaman dan tentram.

"Kita juga bisa berenang dan berendam di tingkat kedua, airnya cukup sejuk. Ditambah lingkungan yang asri, karena masih dikelilingi hutan," ujar Yudi.

Menurut Egi, Gemurai Air Hitam merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Bukit Betabuh. Ia mengakui, belum banyak orang yang mengetahui air terjun ini.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/20122015/3jpg-3664.jpg

"Ini yang keempat kami mendatanginya, dan berharap pemerintah segera membuatkan akses sehingga mudah untuk mencapainya," ujar Egi.

Nah, jika ingin menikmati indahnya Gemurai Air Hitam ini, Alam Batobo siap memandunya. Tentunya, sebelum sampai harus membawa perbekalan yang cukup.

"Sebelum memasuki hutan, ada rumah makan tempat membeli nasi. Namun, untuk fasilitas lain, seperti musala memang belum ada. Tapi, kita bisa salat di atas batu," ujar Egi.***