PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Ibadah Qurban pada Hari Raya Idul Adha adalah wujud kedekatan dan kepatuhan umat muslim kepada Allah SWT serta juga sebagai kepedulian terhadap sesama. Hal ini tercermin setiap tahunnya dimana umat muslim diseluruh dunia dengan antusiasnya menyambut Idul Adha dan melaksanakan pemotongan hewan Qurban untuk saling berbagi dengan sesama khususnya kalangan dhuafa.

Hal ini juga berlaku bagi warga muslim di komplek perumahan karyawan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang bernaung dalam wadah Ikatan Muslim Riau Andalan (IMRA) di Pangkalan Kerinci kabupaten Pelalawan. Pada Idul Adha 1435 H ini, terjadi peningkatan keikutsertaan warga dalam berqurban. Sebanyak 76 ekor hewan qurban yang terdiri 56 ekor sapi, 13 ekor kerbau dan 7 ekor kambing diqurbankan di empat Masjid perumahan Townsite1 dan Townsite 2 komplek RAPP, untuk dibagikan ke masyarakat didalam maupun diluar komplek.

Penasehat IMRA H. Amrizal Amin menyampaikan terjadi peningkatan partisipasi warga setiap tahunnya dalam berqurban, "hal ini tercermin dengan bertambahnya jumlah hewan qurban setiap tahunnya" ujar Amrizal yang sekaligus mewakili manajemen RAPP. Perusahaan memberikan apresiasi kepada IMRA khususnya warga muslim riau komplek RAPP yang telah berqurban dan berbagi untuk sesama, "Semoga semakin tahun semakin banyak warga yang ikut melaksanakan keteladanan Nabi Ibrahim Ini yang disunnahkan oleh Rasulullah, Muhammad SAW," sambungnya

Sementara itu ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) At Taqwa Townsite 1, H. Raylus Nurdin menyampaikan di masjid At Taqwa pada Idul Adha 1435 H ini ada 33 ekor sapi, 6 ekor kerbau dan 5 ekor kambing yang diqurbankan oleh warga. ''Daging qurban ini akan dibagikan ke warga dalam komplek dan juga kepada masyarakat di desa desa sekeliling perusahaan, seperti Desa Sering, Lalang Kabung, Simpang Perak, Pangkalan Delik, beberapa wilayah pemukiman warga di Pangkalan Kerinci,'' jelas Raylus.

''Selain daging, kulit hewan qurban yang terkumpul kita hibahkan kepada pengurus Panti Asuhan Salsabila Pangkalan Kerinci, diharapkan hasil penjualan kulit ini oleh pengurus panti dapat membantu biaya operasional panti seperti tahun tahun sebelumnya,'' tutup Raylus. (rls)