
DUMAI, GORIAU.COM - Identitas pemilik kayu olahan yang diamankan di Pelintung, Sabtu (3/5/2014) lalu masih misteri hingga kini. Padahal kayu olahan jenis broti itu sudah lebih satu pekan diamankan oleh pihak Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) II Dumai.
Terkait kayu olahan tak bertuan itu, pihak KPPBC TMP II Dumai segera berkordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Tapi belum dipastikan jadwal pihak Dinas memeriksa kayu olahan tersebut.
Kasubsi Pusat Layanan dan Informasi KPPBC TMP II Dumai, Jayadi menyebut saat diamankan awal Mei 2014 lalu, kayu tersebut dikandaskan begitu saja di Perairan Pelintung, Dumai. Ada dugaan pemilik kayu olahan sengaja meninggalkan kayu tersebut. Mereka ketakutan kala tim patroli mendekati kayu yang sengaja diapungkan.
Menurut keterangan tim Patroli, kayu tersebut saat ditemukan mendadak dikandaskan di kawasan Pelintung. Padahal sebelumnya kayu yang sudah diikat rapi itu ditarik oleh sebuah kapal.Tapi secara tiba-tiba, kata Jayadi, tali penarik kayu dari kapal diputus begitu saja. Sehingga kayu tersebut kandas di perairan. Bahkan hingga kini kayu tersebut belum diketahui pemiliknya.
Namun ada dugaan kayu tersebut bakal diselundupkan. Apalagi melalui jalur yang tidak resmi. Tapi hal itu masih dugaan pihak KPPBC TMP II Dumai. Sehingga kayu tak bertuan ini belum diproses lebih lanjut.
''Kapal pemilik kayu diduga menarik kayu olahan. Kemudian saat pertugas Bea dan Cukai merapat, tali penarik langsung diputus. Kapal penarik pun langsung melarikan diri,'' tuturnya, kemarin.
Sebelumnya, Petugas Bea dan Cukai (BC) Dumai menemukan kayu olahan di perairan atau laut Dumai. Kayu olahan berupa broti dan papan ini ditemukan di perairan Pelintung Kecamatan Medang Kampai.
Petugas Kapal BC Dumai 9002, Pamujo mengatakan, pada saat ditemukannya kayu olahan ini, BC Dumai dan petugas dari TNI Angkatan Laut (AL) baru saja selesai melaksanakan partoli gabungan.
''Kita baru saja melakukan patroli gabungan dengan anggkatan laut. Dalam perjalanan menuju dermaga Dumai, tiba-tiba disekitar peraian pelintung kami menemukan setumpuk kayu olahan yang telah dirakit tanpa pemilik,'' terang Pamujo, Sabtu (03/05) lalu.
Menurut keterangan Pamujo, kayu olahan itu berjumlah ratusan batang. Dan pada saat menemukan kayu tersebut langsung dibawa atau ditunda menggunakan kapal BC ke pelabuhan Pokala Dumai.
''Dan kayu tersebut saat ini sudah kami amankan di gudang bea cukai Dumai. Kayu-kayu itu telah diangkut dengan menggunakan mobil coldiesel. Jumlah kayu itu sekitar 5 mobil colt diesel,” pungkasnya. (dcp)