RENGAT, GORIAU.COM - Hari ini Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-62. Acara ini dilaksanakan di Gedung Dang Purnama Rengat, Rabu (19/6/2013). Dengan bertambahnya usia organisasi diharapkan lebih mampu meningkatkan sumberdaya manusia dalam memberikan pelayanan yang lebih maksimal.
Hadir pada peringatan ini Wakil Bupati (Wabup) Inhu H Harman Harmaini, anggota DPRD Inhu Wisma Heppy, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor KBPP, Ketua IBI Provinsi Riau, Ketua Cabang IBI Kabupaten Indragiri Hulu, Ketua Organisasi Wanita se-Kab Inhu, Ketua Tim Penggerak PKK, serta undangan lainnya.
Wabup Inhu H Harman Harmaini mengatakan bahwa bidan sebagai salah satu tenaga professional sangatlah penting dalam upaya mewujudkan visi Kabupaten Indragiri Hulu.
Bidan bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan, dan masa nifas, memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri, katanya.
Ia juga mengatakan Pemkab. Inhu telah berupaya meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan dengan tersebarnya Puskesmas dan penempatan bidan di setiap desa. Pemerintah juga membantu masyarakat yang tidak mampu untuk mendapatkan jaminan kesehatan antara lain Jamkesmas, Jampersal, dan Bantuan Operasional Kesehatan untuk Puskesmas.
Diakhir sambutannya, wakil bupati berharap kepada bidan yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) agar dapat bekerja dengan lebih sungguh- sungguh dan melaksanakan fungsinya sebagai salah satu kegiatan sosial, mempersatukan diri dalam satu wadah yang menghimpun semua potensi bidan di dalam IBI.
Sementara itu Hj Yulita selaku Ketua Pengurus Cabang IBI Kab. Inhu menjelaskan secara singkat tentang sejarah IBI yang lahir pada tanggal 24 Juni 1951 di Jakarta. Pada HUT ke-62 ini, dikatakannya, bahwa di Inhu bidan mengalami kemajuan yaitu berjumlah 600 orang.
Acara ini dirangkai dengan seminar sehari yang dipandu oleh Dr. Nurhadi yang membahas masalah ketuban yang pecah sebelum melahirkan yang bisa menyebabkan kematian. (aun)