
SIAK - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Pemerintah Kabupaten Siak berseragam Korpri dan Guru mengikuti upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di halaman kantor Bupati Siak, Rabu (29/11/2017).
Upacara yang dihadiri Bupati Siak Syamsuar, Forkopimda kab. Siak, Sekda Sisk, Asisten, pimpinan OPD dijajaran pemkab. Siak serta peserta upacara dari unsur ASN, Polri, Honorer, pelajar SD, SMP dan SMA.
HUT PGRI dengan tema 'Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter' ini erat kaitanya dengan implementasi Peraturan Presiden nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter.
"Guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan. Mereka memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga. Disamping itu, guru dan tenaga kependidikan juga harus mampu mengobarkan herakan nasional revolusi Mental," kata Wakil Bupati Siak, Alfedri dalam sambutannya.
Urgensi penguatan karakter ini semakin mendesak seiring dengan tantangan berat yang dihadapi di masa-masa yang akan datang. Peserta didik saat ini adalah calon Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 yang harus memiliki bekal jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga.
"Oleh karena itulah kita mendukung guru-guru kita untuk terus bekerja keras mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia. Untuk itu guru harus dapat berperan sebagai 'the significant other' bagi peserta didik. Guru harus menjadi sumber keteladanan," tulas Wabup lagi.
Menurut Wakil Bupati, momentum Hari Guru Nasional dan HUT PGRI hendaknya dijadikan sebagai refleksi apakah guru-guru di Siak sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya.
"Di sisi lain, apakah kita sudah cukup memuliakan guru-guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita sehingga menjadi pribadi tangguh dan berhasil. Sebab, tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru," sebutnya.
Bagi pemerintah, Peringatan Hari Guru juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan. Bagaimanapun harus diakui bahwa masih banyak persoalan guru yang belum sepenuhnya teratasi.
"Oleh sebab itu, kebijakan-kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru lebih kompeten, profesional, terlindungi dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat. Pemberian tunjangan profesi bagi guru yang telah tersertifikasi, serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah khusus akan terus menjadi perhatian," beber Wabup lagi.
Demikian pula guru-guru yang memiliki keahlian ganda untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan, akan terus ditingkatkan bersamaan dengan program-program Guru garis depan untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas.
"Namun demikian, perlu kita sadari bersama bahwa secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral merupakan tanggung jawab kita bersama. Upaya pemerintah pusat tentu memiliki keterbatasan dan oleh karena itu sangat pantas kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah ikut membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru," tuturnya lagi.
Alfedri akui bahwa problema guru di setiap daerah berbeda-beda, melalui kebijakan pemerintah daerah alhamdulillah banyak hal bisa diatasi.
"Kepada semua asosisasi profesi maupun organisasi guru tanpa terkecuali, kita patut berterima kasih karena telah menjadi mitra pemerintah dan mitra guru khususnya," ucap Alfedri lagi.
Usai upacara, Bupati Siak Syamsuar menyerahkan sejumlah penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Antara lain, pemberian penghargaan Satyalancana Karya Satya tahun 2017 sebanyak 535 orang, dengan rincian 30 tahun 64 orang, 20 tahun 120 orang dan 10 tahun 351 orang.
Selain itu diserahkan SK Pensiun atas nama Warsono tempat tugas kantor Camat Kerinci Kanan. Dan penghargaan kepada guru-guru Kabupaten Siak yang berprestasi sebanyak 24 orang. Kemudian diserahkan tropi penghargaan kepada sekolah Adiwiyata tingkat SD, SMP dan SMA kabupaten Siak tahun 2017.***