SELATPANJANG, GORIAU.COM - Warga Kabupaten Kepulauan Meranti diminta untuk terus waspada akan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Sebab, meski hujan sudah mulai turun, prakiraan BMKG masih ada kemarau.


Sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Sabtu (31/10/2015). Kata Kapolres, meski hujan sudah mulai turun, masyarakat tepat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Ditambahkannya lagi, sebagaimana prakiraan dari BMKG Riau, cuaca masih ada kemarau dan angin bertiup dari Utara ke Selatan, jadi untuk wilayah pesisir harus tetap waspada.
"Curah hujan walau ada namun jarang," kata Kapolres.
Sementara itu, Sabtu siang hujan deras mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Menanggapi hujan turun ini, kata Kapolres pula, meski titik api tidak terpantau alias nihil, namun kewaspadaan itu harus tetap ditingkatkan.
"Kondisinya seperti api dalam sekam. Artinya, memang saat ini nihil tapi tetap waspada titik api dibawah Conf 70 persen tetap ada," tambah laki-laki yang akrab dipanggil Pandra itu.
Sebelumnya, sebanyak 35 personil Marinir dikirim ke Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam rangka Bantuan Kendali Operasi (BKO) terhadap penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang terjadi di wilayah Kepulauan Meranti.
Pandra menjelaskan puluhan personil Marinir markas Lampung di bawah pimpinan Letnan II Karsito itu akan memantau dan membantu menanggulangi bencana kabut asap di 3 (tiga) pulau besar yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti (Pulau Merbau, Rangsang dan Tebingtinggi).
"Akan dilakukan patroli bersinergi bersama unsur TNI maupun Polres Kepulauan Meranti, mudah-mudahan kehadiran bantuan BKO ini akan sangat bermanfat bagi kita," ujarnya pula. ***