PEKANBARU, GORIAU.COM -Perusahaan Listrik Negara Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah berulang melakukan upaya hujan buatan. Namun penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) itu tidak kunjung mampu mengatasi krisis listrik di Riau.

General Manager (GM) PLN WRKR Doddy Benjamin Pangaribuan di Pekanbaru, Selasa (10/9/2013) mengatakan, pihaknya sudah memulai upaya hujan buatan sejak pekan lalu dan hujan telah terjadi beberapa kali.

Doddy mengatakan, hujan buatan dengan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) merupakan satu upaya pihaknya untuk memaksimalkan debit air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kotopanjang.

Doddy menjelaskan, waduk di PLTA tersebut telah menyusut sejak beberapa bulan terakhir sehingga produksi daya tidak lagi maksimal. Ia mengatakan, saat ini dari tiga turbin yang tersedia, hanya satu yang mampu bekerja namun tidak menghasilkan daya yang maksimal.

"Seharusnya PLTA Kotopanjang bisa menghasilkan daya sekitar 114 Mega Watt (MW) dari tiga turbin yang bekerja optimal. Namun sejak kemarau, hanya satu turbin yang bekerja dan daya yang dihasilkan hanya sekitar 30 MW saja," katanya.

Kondisi tersebut yang kemudian menurut dia menyebabkan terjadinya krisis listrik hingga untuk menutupi kebutuhan sepanjang hari, pihaknya memutuskan untuk dilakukannya pemadaman bergilir.

"Sejak satu pekan ini, kami bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengupayakan hujan buatan. Debit air juga mulai meningkat," katanya.

Doddy mengatakan, saat ini pemadaman listrik secara bergilir berlahan mulai dikurangi durasinya. "Kalau sebelumnya sempat beberapa kali terjadi pemadaman untuk satu fedeer (kawasan), kali ini hanya satu kali dalam sehari," katanya.

Pemadaman listrik yang dilakukan PLN WRKR sebelumnya telah menuai protes dikalangan warga. Bahkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi sempat menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar tidak lagi dilakukan pemadaman bergilir di daerah itu.

Wali Kota Pekanbaru juga menyatakan, pelayanan PT PLN dinilai buruk dan dampak yang paling terasa adalah pedagang kecil karena mereka tidak mampu membeli genset.

Dia mengatakan pernah melakukan klarifikasi tentang kondisi PT PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau, tapi para petugas mengaku pasrah dan tidak dapat berbuat banyak.(fzr)