
BENGKALIS, GORIAU.COM - Bantuan dana hibah untuk pembayaran honor guru madrasah segera cair menyusul sudah ditandatanganinya berkas permohonan pencairan oleh Kepala Kemenag Bengkalis, H Jumari. Penandatanganan dilakukan dengan membawa berkas ke Jakarta untuk ditandatangani oleh Kakamenag yang sedang mengikuti pelatihan.
''Saya sudah dapat laporan kalau berkas pencairan sudah ditandatatangani. Kalau sudah ditandatangani tentu pencairannya tinggal nunggu hari lagi,'' ujar Sekretaris Daerah H Burhanuddin saat ditemui di lokasi pameran karya ilmiah Balitbang Bengkalis, Selasa (26/11).
Dirinya tidak menyalahkan siapa-siapa terkait keterlambatan pembayaran honor guru madrasah. Namun, ketidakjelasan wewenang Plh Kakamenag selama mengikuti pelatihan merupakan salah satu kendala mengapa hal itu terjadi. Setelah ditelusuri dalam surat keputusan penetapan Plh Kakamenag, menurut Burhanuddin tidak disebutkan secara tertulis kewenangan apa yang bisa dilakukan oleh Plh.
Walau demikian, sambung Burhanuddin, Pemkab tetap memberikan alternatif solusi yaitu meminta kepada Kemenag Bengkalis untuk konsultasi ke Kemenag Riau. ''Kita minta mereka konsultasi ke Kemang Riau, bisa tidak dengan Plh mendatangani berkas pencairan ini, karena menurut aturan memang tidak boleh. Namun, seminggu kita tunggu ternyata tidak ada kejelasan,'' kata Burhanuddin.
Pemkab sendiri menurut Burhanuddin berharap dana hibah untuk honor guru madrasah itu segera cair, karena hal itu merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bengkalis dalam bidang pendidikan. Akhirnya, ditempuh solusi terakhir yaitu dengan membawa berkas ke Jakarta untuk ditandatangani Kakamenag yang sedang mengikuti pelatihan.
''Mudah-mudahan dalam waktu dekat honor guru madrasah ini bisa segera cair,'' kata Burhanuddin.
Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Sofyan berharap, ada kebijakan dan langkah cepat dari pengambil kebijakan untuk mengatasi persoalan keterlambatan pembayaran honor madrasah ini. Dirinya menyayangkan, jika kemudian persoalan ini berujung kepada aksi demonstrasi yang sering terjadi sebelum ini.
''Kita tidak ingin akumulasi kekecewaan para guru ini mereka tumpahkan lewat aksi demonstrasi seperti yang terjadi selama ini. Cukuplah aksi-aksi sebelum ini, jangan ada lagi, terus terang kita malu kalau para guru kembali meakukan aksi demon,'' ungkapnya.
Kemenag Bengkalis harus jemput bola menyikapi persoalan tersebut. Kalau memang bagian keuangan menghendaki tanda tangan kepala Kemenag, berkas pencaira honor tersebut bisa dibawa ke Jakarta atau dimana saja tempat kepala Kemenang mengikuti pendidikan.
''Jangan pernah abaikan urusan dan kepentingan orang banyak,'' ujarnya.(jfk)