
PEKANBARU, GORIAU.COM - Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Pekanbaru menggelar aksi di depan pintu masuk kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (8/7/2015). Tuntunannya terkait jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Prof. Dr. Zulfadil, SE, MBA. Sayang sekian lama berorasi, aksi mereka belum mendapat sambutan.
Dalam aksi ini, ada beberapa hal yang dituntut HMI kepada Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus ST MT. HMI merekomendasikan agar Walikota bersikap tegas kepada satuan kerja yang dinilai bekerja buruk dan merusak citra pemerintahan.
"Kami minta Bapak Walikota bersikap tegas dan cepat tanggap terhadap permasalah di masyarakat," kata Satrio Rachmazan, kordinator lapangan aksi mahasiswa HMI dengan pengeras suara.
Menurutnya ada lima tuntutan HMI agar dunia pendidikan tidak dijadikan komiditi untuk mencari keuntungan tertentu. Pertama, HMI cabang Pekanbaru meminta Walikota Pekanbaru Firdaus untuk mencopot Zulfadil dari jabatan Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru.
Kedua, mengusut tuntas korupsi dana sertifikasi guru di Kota Pekanbaru. Ketiga, usut tuntas penyuapan penerimaan siswa baru ditingkat SMA Negeri se Kota Pekanbaru. Keempat, mendesak Walikota untuk menindak tegas aparatur pemerintahan se lingkungan Pemko Pekanbaru yang tidak kooperatif dan tidak memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Kelima, apabila dalan waktu tiga hari tuntutan mereka diabaikan, HMI Pekanbaru dalam kongres HMI se Indonesia akan merekomendasikan untuk menggelar aksi menurunkan jabatan Walikota secara paksa.(rul)