PEKANBARU - Beberapa kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari cabang Jateng-DIY melakukan Konfrensi Pers, terkait teror dan pengeroyokan oleh orang tak dikenal yang dialami beberapa anggotanya, dari awal registrasi sampai konggres HMI XXIX berlangsung di Pekanbaru, Riau, Kamis (03/12/2015) malam.

Dalam hal ini para kader HMI asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Koordinasi (Badko) HMI Jateng telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Khusnul Imanuddin. Dirinya juga mengakui telah melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian terkait pengamanan seluruh anggotanya. "Kita sudah resmi melaporkan hal ini tadi pagi sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis 03 Desember 2015," ungkap Khusnul kepada GoRiau.com.

Adapun kronologis insiden pengeroyokan dan teror terhadap kader HMI Jawa Tengah- D.I. Yogyakarta menurut Khusnul, berawal pada hari Rabu (02/12/2015) sekitar pukul 21.45 WIB, peserta konggres dari HMI Pekalongan, HMI Tegal, HMI Kebumen, HMI Salatiga dikeroyok oleh orang tidak dikenal tepat dibawah tangga atau pintu masuk Gelanggang Remaja.

"Ketika itu rombongan kami satu persatu diseret ke halaman gedung, karena panik akhirnya semua rombongan kocar-kacir menyelamatkan diri," terangnya.

Sebelum kejadian pengeroyokan menurut Khusnul, salah satu rombongan bernama Iman Santoso, yang merupakan Ketua HMI Pekalongan terlebih dahulu mendapat teror melalui telephone celuler sebelum masuk areal konggres atau bertepatan saat proses registrasi.

"Iya anehnya kita dapat ancaman baik sms/telepon langsung dari nomor-nomor yang tidak kita kenal mas, dan bukan hanya Imam Santoso saja, tapi saudara Noor Abdillah dari HMI Salatiga juga menerima hal yang sama, jadi kita menduga kalau pengeroyokan ini sudah direncanakan," jelasnya lagi.

Adapun anggota HMI Jateng dan DIY yang menjadi korban luka-luka adalah, Taryono Sekretaris Umum HMI Pekalongan, Subekhi Ketua HMI Tegal, Syarifuddin Ketua HMI Yogyakarta, Abdul Rois Wasekum HMI Pekalongan, Iman Santoso Ketua HMI Pekalongan dan Kharis Ma'mun HMI Tegal.

"Akibat penganiayaan tersebut sauadara kita Taryono mengalami luka parah hampir disekujur tubuh, sementara Azis dan Subekhi mendapat pukulan dipelipis, mata dan mengalami pendarahan di kepala," jelas Khusnul.

Setelah insiden tersebut pihak Badko HMI Jateng dan DIY segera menghubungi Kepolisian dan melakukan visum di RS Bhayangkara Pekanbaru. Dengan demikian pihaknya meminta kepada pelaku teror untuk menghentikan provokasi sampai konggres berakhir.

"Demi berlangsungnya konggres yang aman dan damai, kami HMI Badko Jateng dan DIY menghimbau kepada Pihak panitia untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut, yang kedua kami mohon pihak Kepolisian untuk meningkatkan lagi sistem keamanannya serta mengusut tuntas oknum-oknum yang bertanggung jawab atas tindakan tidak terpuji tersebut," pintanya.

Menurut Khusnul pihaknya juga telah mengumpulkan beberapa kecurigaan yang mengarah ke pihak-pihak tertentu.

"Saat ini kami menduga adanya pihak-pihak yang sengaja mengintimidasi kami, terkait pemilihan Ketua PB HMI. Namun yang jelas dari logat bahasa dan pakaian mereka bukan dari Pekanbaru dan bukan peserta Konggres," pungkasnya. ***