PEKANBARU, GORIAU.COM - Lebih dua tahun kerusakan kontruksi Jembatan Siak III menjadi isu heboh hingga ke tingkat nasional. Faktor keselamatan menjadi dasar utama PT Waskita Karya selaku kontraktor harus bertanggungjawab memperbaikinya. Namun dari perbaikan yang sempat menutup fungsi jembatan penghubung kawasan Rumbai menuju Pekanbaru kota tak ada kabar akhir.

Sebelumnya jembatan yang diberi nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamyah yang diresmikan pada 2012 lalu mengalami kerusakan beberapa bagian kontruksi alias negative chamber.

Pihak DPRD Riau bersama Pemprov langsung bereaksi meminta agar jembatan ini ditutup sementara untuk perbaikan, demi keselamatan bagi pengguna.

Namun setelah ditutup diperbaiki dan dibuka kembali, hingga saat ini kabar akhir kondisi jembatan yang menelan anggaran Rp136,57 miliar itu hilang seiring waktu, termasuk komisi terkait di DPRD Riau.

Bahkan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman yang dulu menemukan permasalahan inipun tak terdengar lagi suaranya. Jembatan yang dibangun oleh banyak kontraktor sejak awal ini menuai banyak masalah.

Menjadi pertanyaan sudah amankah jembatan Siak III ini untuk dilalui?(rul)