TELUKKUANTAN - Sebagai orang Riau khususnya Kuantan Singingi (Kuansing), harus bangga dengan Muhammad Peri Syafrizal, SPd. Ia merupakan satu dari tujuh guru yang mewakili Indonesia ke Jepang untuk mengikuti Training Program for Teacher pada 5 September mendatang.

"Alhamdulillah, saya terpilih bersama enam orang lainnya untuk belajar di The Japan Foundation Japanese - Language Institute, Urawa," ujar Peri kepada GoRiau.com, Kamis (31/8/2017) di Telukkuantan.

Peri merupakan guru Bahasa Jepang di SMKN 1 Kuantan Hilir. Sekolah ini berada di Desa Teratak Baru Kecamatan Kuantan Hilir. Dimana, jalan ke sekolah masih tanah merah dan ketika musim hujan tak bisa dilewati.

Kendati demikian, pria kelahiran Kampung Baru Timur Cerenti ini tetap semangat dalam mentransfer ilmu kepada anak muridnya. Belum lagi perjuangan satu jam dari rumah ke sekolah.

Menurur Peri, kegiatan Training Program for Teacher hanya diikuti oleh 50 peserta dari 35 negara. Untuk bisa lulus, Peri harus mengikuti setiap tahapan seleksi yang sudah dimulai sejak Desember 2016.

"Ada ratusan guru Bahasa Jepang di Indonesia yang ikut seleksi dan yang terpilih hanya tujuh orang. Dua orang dari Sumatera, satu Sulawesi, satu Kalimantan, satu Jatim dan dua Jakarta," ujar alumni FKIP Unri tersebut. Mereka akan menempuh pendidikan selama enam bulan ke depan.

"Seleksi yang paling ketat yaitu pembuatan karangan dalam Bahasa Jepang tentang sekolah, masalah di kelas dan motivasi mengikuti proram ini. Semuanya ditulis dalam Bahasa Jepang," ujar Ketua OSIS SMAN 1 Cerenti tahun 2006 ini.

Selama pendidikan, lanjut Peri, semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Jepang, mulai dari pembuatan visa, tiker pesawat PP Pekanbaru - Jakarta, Jakarta - Tokyo sampai biaya hidup di Jepang.***