SELATPANJANG - Sebanyak 36 titik panas terpantau di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Dengan Confidence atas 70 persen, titik panas sebanyak 28 dan terparah dikabarkan di Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, Riau.

Demikian diinformasikan pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal SE MM, ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (17/8/2016). Menurut Edy, dengan kondisi kekeringan ditambah angin bertiup kencang, titik panas banyak bermunculan di Kota Sagu.

"Terbanyak itu di Lukit," kata M Edy Afrizal.

Selain di Lukit, kata Edy lagi, ada juga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua tempat lainnya yaitu di Sonde Rangsangpesisir dan Bagan Melibur. Di dua desa ini, BPBD mengirimkan anggotanya, namun untuk di Lukit, BPBD Kepulauan Meranti kehabisan anggota.

"Anggota bersiaga di Sonde dan Bagan Melibur. Selain itu juga. Bersiaga di Selatpanjang, untuk di Lukit kita kehabisan anggota," kata M Edy Afrizal.

BPBD Meranti berkoordinasi dengan pihak desa Lukit dan Kecamatan. Kalau memang masih ada kebakaran lahan, mereka akan mengirimkan anggota ke sana, Kamis (18/8/2016). Sebab kata Edy juga, untuk yang di Sonde mereka telah melakukan pemadaman dan saat ini masuk tahap pendinginan.

"Mungkin besok baru kita kirim anggota BPBD ke Lukit," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Panglime Edy itu. ***