TELUKKUANTAN – Harga bahan olahan karet (bokar) di tingkat petani di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terus merosot. Pada pekan ini, harga bokar hanya Rp9.388 per Kg, turun sebesar Rp116 dari pekan sebelumnya.

Hal itu berdasarkan hasil lelang yang dilakukan Koperasi Apkarkusi pada Ahad (11/9/2022) malam. Dalam lelang ini, Koperasi Apkarkusi melelang 65,5 ton bokar.

"Pada pekan ini, harga bokar berdasarkan hasil lelang pada pasar lelang komoditi agro senilai Rp9.388," ujar Ketua Apkarkusi, Sepriadi, Selasa (13/9/2022) siang di Telukkuantan. Pada pekan sebelumnya, harga bokar di tingkat petani Rp9.554 per Kg.

Dikatakan Sepriadi, merosotnya harga bokar karena faktor harga karet dunia. Saat ini, harga karet dunia sedang turun.

Sementara itu, petani yang berada di luar Koperasi Apkarkusi semakin terjepit dengan harga karet saat ini. Dimana, tengkulak membeli bokar petani dengan harga Rp6.300 per Kg sampai Rp6.500 per Kg.

"Kami bisa apa? Harga karet jatuh di saat sembako mahal. Beras Bola Naga saja sudah Rp12.500 per Kg," ujar Omat, petani karet Kuansing.

Dalam situasi ini, Omat hanya bisa mengirit pengeluaran. Ia lebih memprioritaskan kebutuhan dan berhemat. "Kami harus tiarap, apalagi kebutuhan pendidikan anak juga naik."

"Harapan, semoga harga bokar kembali naik dan kami bisa menyambung hidup," tambah Omat yang harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.***