PEKANBARU - Jelang Idul Fitri 1437 H, sejumlah harga barang kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru melonjak naik. Warga Pekanbaru yang hidup dalam kondisi pas-pasan harus kembali mengikat erat ikat pinggang agar mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sementara hingga saat ini, tidak ada upaya dari Pemprov Riau maupun Pemko Pekanbaru untuk menjaga stabilisasi harga.

Kandidat kuat Walikota Pekanbaru 2017-2022 H Jufri Zubir mengatakan, peningkatan harga kebutuhan pokok selama Bulan Ramadhan seharusnya bisa diatasi karena sudah rutin terjadi setiap tahunnya. "Itu hal rutin. Pemerintah selalu terlambat mengantisipasinya. Semestinya karena sudah terjadi setiap tahun, strategi menghindari kenaikan harga bisa dipersiapkan secara dini. Kalau tidak yah begini lah, rakyat terus yang semakin terjepit," katanya, Kamis (16/06) sesaat sebelum berangkat ke Jakarta.

Sebagai pelaku ekonomi, Jufri menilai persoalan kenaikan harga barang semata-mata karena peningkatan permintaan atau demand. Di sisi lain supply atau penyedia barang tidak seimbang dengan besaran permintaan. "Sangat wajar kenapa harga sebagian besar kebutuhan pokok meningkat tajam. Pasti karena suplly barang berkurang. Pertanyaan pentingnya, kenapa suplly bisa berkurang? Ini kuat dugaan adanya penimbunan. Tinggal tugas aparat menindaklanjutinya. Data distributor yang selama ini kerap memanfaatkan situasi pasti sudah ada di tangan," kata Jufri lagi.

Hal lain yang biasanya mengganggu supply kata Jufri lagi adalah kendala transportasi dan produksi. "Produksi itu bisa sendiri atau dipasok dari wilayah atau negara lain. Kalau ini terkendala juga akan berimbas pada peningkatan harga kebutuhan bahan pokok," katanya lagi.

Misalnya saja harga daging sapi, itu dikatakan Jufri murni karena produksinya atau pasokannya yang kurang. Tapi kalau gula, tepung ataupun kacang tanah yang harganya naik, Jufri memperkirakan ada penimbunan. Tapi dirinya menyerahkan sepenuhnya penanganan hal tersebut kepada instansi terkait. Dikatakannya lagi, hal utama untuk mengatasi dugaan-dugaan penimbunan salah satunya dengan mengatur kuota dan memberantas praktek monopoli. "Monopoli itu menyengsarakan rakyat. Karena nasib rakyat selalu dipasungkan ke satu orang atau satu korporasi. Dan merekalah yang mengaturnya kapan harga mau dinaikkan atau dinaikkan lagi," tegas Jufri.

Operasi Pasar

Salah satu yang paling efektif dilakukan guna meredam kenaikan harga barang kebutuhan pokok menurut H Jufri Zubir adalah dengan melakukan operasi pasar secara massif. "Operasi pasar efektif untuk menekan kenaikan harga-harga barang. Ini akan memaksa pelaku-pelaku ekonomi untuk menghentikan praktek-praktek nakal. Karena operasi pasar konsekuensinya menambah supply untuk mengimbangi demand," kata Jufri lagi.

Tapi yang kalah pentingnya, H Jufri Zubir menekankan warga Pekanbaru untuk berusaha meningkatkan taraf perekonomian mereka. "Kita tengah rumuskan dengan tim ekonomi saya. Sedikit bocoran saja, warga harus diback-up dari mewabahnya kapitalisme retil di tengah masyarakat. Mungkin dengan mensosialisasikan warga berbelanja di warung tetangga yang notabene akan membantu ekonomi tetangganya. Harga kita usahakan lebih murah dibandingkan ritel yang ada. Karena di warung tidak perlu tempat yang bagus, tidak perlu AC ataupun pegawai dengan seragam biru dan merah. Tinggal kita kelola mereka dan kenalkan dengan distributor sehingga bisa mendapatkan harga yang bagus," ujarnya lagi.

Ke depannya kata Jufri lagi, kalau sebelumnya Indomaret ataupun Alfamart telah mematikan pergerakan warung-warung rakyat. Giliran warung rakyat yang nantinya akan membunuh duo ritel tersebut.rls