PEKANBARU, GORIAU.COM - Politisi Partai Golkar, Masnur SH menilai program yang sudah dilontarkan Gubernur Riau Annas Maamun seperti yang disampaikan melalui media sudah sangat baik. Uang rakyat akan dipergunakan sepenuhnya untuk mensejahterakan rakyat, karena itu, keberanian Annas Maamun memangkas anggaran yang mubazir dan terkesan berfoya-foya perlu diacungi jempol.

Bukti keberpihakan Annas Maamun kepada rakyat terlihat dari keberanian mantan Bupati Rokan Hilir itu mencoret anggaran pelatihan, sosialisasi dan seminar yang diadakan di hotel mewah dan hanya menyetujui anggaran pelatihan, seminar dan sosialisasi yang diadakan di gedung milik pemerintah seperti gedung serbaguna, aula maupun ruang rapat serta pengurangan biaya perjalanan dinas pejabat ke Jakarta serta beberapa anggaran yang tidak efektif lainnya.

''Saya rasa ini sudah sangat tepat, karena anggaran penyelenggaraan kegiatan di hotel-hotel bisa dipangkas dan sisanya bisa dipergunakan untuk kepentingan pembangunan khususnya di daerah-daerah dan pedesaan di Riau. Daerah kita masih banyak yang tertinggal, karena itu, Annas Maamun akan membantu anggaran Rp 500 juta per desa, ditambah dengan pembangunan infrastuktur pedesaan baik jalan, jembatan, layanan kesehatan hingga pendidikan,'' ujarnya kepada GoRiau.com, Kamis (22/5/2014).

Begitu pula pemangkasan terhadap tunjangan dan perjalanan dinas pegawai Pemprov yang saat ini nilainya sangat besar, perlu diberi dukungan karena anggarannya akan dipergunakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat melalui pembangunan rumah sakit dan penambahan fasilitas kesehatan lainnya.

''Benar yang dilakukan Pak Annas, dengan pemangkasan anggaran yang tidak mendukung kesejahteraan akan mampu dipergunakan juga untuk pelayanan kesehatan, apalagi Pak Annas sudah meminta agar rumah sakit jangan hanya mengandalkan obat generik, tapi harus obat paten sehingga pasien di Riau bisa cepat sembuh, ini kan bagus bagi masyarakat,'' tegasnya.

Karena itu, Fraksi Golkar DPRD Riau, tambah Masnur akan mendukung sepenuhnya program yang akan diajukan Gubernur Riau Annas Maamun pada APBD Perubahan mendatang karena tujuannya adalah untuk peningkatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. ''KIta dukung untuk sementara APBD murni 2014 direm dulu pencairannya agar sisanya bisa digunakan untuk merealisasikan visi dan misi Gubernur Riau yang baru, karena apa yang disampaikan Annas Maamun memang sangat dibutuhkan oleh rakyat Riau,'' ujar Masnur.

Menurutnya, tidak ada aturan mengenai persentase anggaran APBD murni yang harus dilaksanakan sebelum dialakukan APBD Perubahan. Jika memang anggaran yang sudah disahkan di APBD murni kurang bermanfaat, tidak usah dipaksakan untuk dijalankan.

''Kalau APBD murni tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, apa perlu kita cairkan juga, saya rasa itu tidak betul. Tujuan APBD untuk mencapai target pembangunan, kalau memang kurang bermanfaat bisa diperbaiki, intinya perbaikan dilakukan memang untuk kepentingan bersama. Kalau tidak bisa dilaksanakan, nantinya sisa anggaran (Silpa) tahun berjalan bisa diprediksi dan setelah LHP bisa dipergunakan baik tahun tersebut maupun pada tahun anggaran berikutnya, itu kan masalah teknis,'' jelas politisi asal Kampar ini membantah adanya sinyalemen bahwa APBDP belum bisa diajukan jika APBD murni belum dilaksanakan minimal 50 persen.

Dijelaskan Masnur, visi dan misi Annas Maamun adalah untuk memeratakan pembangunan ke seluruh Riau baik desa maupun perkotaan. ''Jangan kota-kota kita cantik, tapi desa-desa kita hancur semua, fasilitas di desa tak memadai, sarana dan prasarana tidak mendukung. Kita ingin kota maupun desa dibangun dengan seimbang. Jadi kita berharap semua pihak bisa mendukung program yang akan dilaksanakan Annas Maamun termasuk memangkas pembangunan yang belum prioritas dilakukan seperti pembangunan fly over dan lain-lain,'' tegasnya.

Untuk itu, Masnur mengajak semua pegawai Pemprov Riau maupun pihak terkait untuk bersama-sama mendukung program yang akan dijalankan Gubernur Riau Annas Maamun. Menurutnya, hal wajar jika sebagian pegawai maupun pihak terkait terkejut karena harus beranjak dari suasana yang biasa menjadi tidak biasa, dan banyak perjalanan dinas menjadi sedikit dan dari banyak tunjangan menjadi berkurang. ''Lama-lama hal ini akan menjadi biasa, karena semua ini dilakukan agar Riau menjadi lebih baik,'' jelasnya. ***