
SELATPANJANG - Banyak tanaman di Desa Lukit Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, rusak dimakan hama kumbang. Kejadian ini dialami masyarakat Lukit sejak tahun 2015 (hampir satu tahun lebih lamanya).
Peristiwa itu terlihat ketika GoRiau mengunjungi Desa Lukit saat peresmian desa persiapan Desa Bumi Asri (pemekaran dari Lukit, red) beberapa waktu lalu. Saat melintasi jalan poros Desa Lukit, banyak terlihat bagian pucuk tanaman seperti kelapa, sagu, dan sawit dalam keadaan rusak seperti terpotong.
Menurut warga setempat, kerusakan daun-daun tanaman itu dikarenakan kumbang. Kumbang-kumbang yang datang dari hutan hinggap pada batang kayu lalu memakan daun bagian pucuk.
"Ini yang kami alami. Banyak kelapa rusak," kata beberapa warga.
Menurut Kades Lukit Edy Gunawan, peristiwa itu dialami masyarakat hampir satu tahun lebih, lamanya. Kumbang itu masuk ke pemukiman warga pasca terjadi kebakaran hutan dan lahan. Banyak batang kayu habis terbakar membuat kumbang kehilangan tempat tinggal.
"Sebelumnya tidak pernah kumbang sampai ke pemukiman warga. Tapi, paska kebakaran hutan, kumbang datang dan rata-rata kelapa warga menjadi rusak," kata Edy, Senin (5/12/2016).
Dari banyaknya kumbang ini, cerita Edy, tak sedikit pucuk kelapa, sagu, dan sawit dimakan kumbang. Akibatnya, daun-daun kepala, sagu, dan sawit itu menjadi rusak. Bahkan tambah Edy, pada beberapa tempat, kumbang juga memakan pucuk nenas sehingga hasil panen menjadi berkurang.
Meski kelapa bukan menjadi pendapatan andalan di Desa Lukit, namun kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Sebab, kelapa dari masyarakat Lukit ini untuk penggunaan dalam desa.
Merasa khawatir akan kondisi ini, Edy mengaku sempat mendatangi beberapa dinas terkait seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH). Ia berharap ada bantuan penangkalan hama untuk tanaman kelapa, sagu, sawit, ataupun nenas. Namun, hingga akhir tahun 2016 belum ada tanggapan.
"Alhamdulillah kita dapat bantuan peremajaan bibit kelapa sekitar 8.000 batang. Ditambah masuknya musim penghujan, kumbang itu berkurang," cerita Edy. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini