
PEKANBARU, GORIAU.COM - Penyebab kematian Ana Pasaribu 18 tahun, perempuan asal Kabupaten Rokan hulu, yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Surabaya, dianggap misterius.
Pihak keluarga tidak menemukan adanya tanda-tanda kecelakaan pada tubuh korban, padahal menurut cerita sang majikan, Ana Pasaribu meninggal akibat kecalakaan lalu lintas di kota Surabaya dua hari yang lalu.
Informasi yang berhasil dirangkum GoRiau.com, Jenazah korban, dikirim oleh sang majikan dari Surabaya ke pihak keluarganya di Desa Sungai Kuti, Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, diterima langsung oleh Ibu kandungnya E. Hutabarat 50 tahun, Sabtu (17/10/2015) malam, sekitar pukul 22.00 Wib.
"Setelah sampai dirumah, saya langsung minta bantuan salah satu bidan untuk mengecek jenazah, dari hasil pemeriksaanya, tidak ada lecet, lebam, atau tanda-tanda kecelakaan lainya, dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata anak saya ini sedang hamil," ungkap E Hutabarat, ibu kandung korban.
Merasa tidak yakin, kalau anaknya meninggal akibat kecelakaan, ibu korban meminta pihak kepolisian segera menyelidiki penyebab kematiannya.
"Kondisi anak saya ini sangat aneh dan tidak sesuai dengan keterangan majikanya, untuk itu saya mohon kesediaan polisi untuk memeriksa dan melakukan otopsi ulang," pintanya.
Menanggapi permintaan keluarga korban, pihak kepolisian resort Rokan hulu (Polres Rohul), akan membawa jenazah korban ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru, guna dilakukan proses otopsi.
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono mengatakan, bahwa pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan atau ada unsur pembunuhan.
"Setelah menerima laporan, pihak kepolisian langsung melakukan tindakan pemeriksaan awal, saat ini masih terus mengumpulkan bukti-bukti, dan belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur pembunuhan atau tidak," ungkap Pitoyo kepada GoRiau.com.
Menurut Kapolres Rokan Hulu, jenazah korban dibawa dan diantar langsung oleh majikanya dari Surabaya, namun pihak keluarga korban merasa tidak terima, karena kondisi korban tidak sesuai dengan keterangan sang majikan.
"Yang jelas kita tunggu saja hasil otopsi dan pemeriksaan dokter, baru nanti bisa dismpulkan penyebab kematian korban," tukas pitoyo.(dnl)