
PEKANBARU – Sejumlah halte di kawasan pusat Kota Pekanbaru mulai diperbaiki. Bahkan, beberapa di antaranya, seperti halte di Jalan Jenderal Sudirman, telah rampung dan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani, mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas publik dari aksi vandalisme maupun perusakan. Selama ini, halte kerap menjadi sasaran pencurian dan perusakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Menurut Hamdani, halte dan fasilitas umum lainnya merupakan aset kota yang dibangun untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, ia meminta peran aktif semua pihak, terutama pengguna, untuk turut menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut.
“Fasilitas publik ini digunakan oleh masyarakat. Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat ikut menjaga supaya fasilitas ini awet dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama,” ujar Hamdani.
Ia menambahkan, halte yang diperbaiki saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunggu transportasi umum, tetapi juga memiliki nilai estetika. Desain halte Trans Metro Pekanbaru dibuat lebih modern dengan warna yang mencolok dan menarik perhatian.
Hamdani juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang berhasil melakukan perbaikan halte melalui kerja sama dengan pihak swasta, sehingga tidak membebani anggaran daerah.
“Ini bentuk kolaborasi yang baik. Pemko tidak mengeluarkan dana dari kas daerah, tetapi fasilitas publik tetap bisa diperbaiki,” katanya.
Meski demikian, ia menilai pengawasan tetap menjadi faktor penting agar halte yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak. Untuk itu, Hamdani mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pemantauan secara rutin, terutama pada jam-jam rawan.
“Kami mendorong Satpol PP untuk melakukan pengawasan secara berkala, khususnya di waktu-waktu rawan terjadinya aksi vandalisme,” ujarnya.
Tidak hanya halte, Hamdani juga meminta agar fasilitas publik lain seperti bangku di tepi jalan, jembatan penyeberangan orang (JPO), median jalan, dan sarana umum lainnya turut mendapat perhatian dan pengawasan. Ia menilai, dalam beberapa waktu terakhir, fasilitas umum semakin sering menjadi sasaran perusakan.
“Kalau pengawasan lemah, fasilitas publik yang sudah dibangun dengan baik akan cepat rusak. Padahal, semua itu untuk kepentingan masyarakat,” kata Hamdani.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru bergerak cepat membersihkan sejumlah halte yang menjadi sasaran aksi vandalisme. Salah satunya halte bus di Jalan Arifin Ahmad, tepat di depan Riau Creative Hub (RCH), yang sebelumnya dipenuhi coretan cat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan pembersihan dilakukan setelah mendapat instruksi langsung dari Wali Kota Pekanbaru. Petugas Dishub langsung menyisir halte-halte yang terdampak vandalisme.
“Sejak siang hari anggota sudah melakukan pembersihan. Yang bisa dicat kita cat kembali, dan yang bisa dibersihkan kita bersihkan menggunakan tiner,” ujar Masykur, Selasa (13/1/2026).
Dari hasil penyisiran sementara, Dishub menemukan aksi vandalisme tidak hanya terjadi di satu titik. Beberapa halte lain di sepanjang Jalan Arifin Ahmad juga mengalami coretan serupa.
Selain melakukan pembersihan, Dishub Pekanbaru juga menyiapkan langkah pencegahan dengan meningkatkan pengawasan, termasuk membuka peluang penambahan kamera pengawas (CCTV) di halte-halte. Pemasangan CCTV nantinya akan dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
“Kami juga sudah menginstruksikan petugas untuk melakukan patroli dan pengawasan, terutama pada malam hari dan jam-jam rawan,” kata Masykur.
Ia mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, aksi vandalisme tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga merugikan kepentingan bersama. ***