
PEKANBARU - Hadirnya coach Jafri Sastra untuk mengasuh PSPS Riau pada musim 2018 ini akan menjadi penampilan yang menarik di Liga 2 Indonesia jika nanti tim berjuluk Asykar Bertuah ini bertemu rivalnya Semen Padang FC.
Tak sekedar hadirnya pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) ini saja, namun Jafri Sastra juga turut memboyong dua pemain, salah satunya Jandia Eka Putra yang merupakan mantan punggawa kesebelasan berjuluk Kabau Sirah tersebut.Dan yang paling menonjol disini adalah hadirnya Jandia Eka Putra bekas penjaga gawang Semen Padang FC yang juga pernah memperkuat timnas Indonesia ini sangat diharapkan coachJafri Sastra untuk bisa memperkuat PSPS Riau pada musim ini."Dia (Jandia) tentu saya harapkan bisa memperkuat PSPS Riau, karena dibawa kesini dengan petimbangan yang matang," kata coach Jafri Sastra saat dihubungi GoRiau.commelalui selularnya, Senin (8/1/2018) siang.Ia melanjutkan, alasan lain dirinya memboyong Jandia Eka Putra ke Bumi Lancang Kuning adalah jam terbang kiper kelahiran Padang, 30 tahun silam itu cukup tinggi dengan kualitas sebagai penjaga gawang yang sudah mumpuni."Namun, keputusan akhir ada di tangan manajemen PSPS Riau dan juga Jandia. Karena soal kesepakatan kontrak tentunya di luar kewenangan pelatih," terang coach Jafri Sastra yang merupakan rekan satu guru dan satu ilmu mantan coachSemen Padang FC, Nilmaizar tersebut.Sementara itu, Jandia Eka Putra mengaku belum mau berbicara banyak hingga adanya kesepakatan kontrak dengan manajemen Asykar Bertuah. Namun, jika sudah resmi berseragam PSPS Riau, Ia pun akan memberikan penampilan yang maksimal."Saya belum bisa bicara banyak hingga ada kesepakatan hitam diatas putih. Saat ini yang paling penting saya ikut berlatih dulu dibawah asuhan pelatih. Apalagi saya sudah kenal baik dengan beliau hingga saya dipanggil kesini," ucapnya.Jandia Eka Putra saat ini memang berstatus tanpa klub sejak dilepas Semen Padang FC akhir tahun lalu. Belum jelasnya regulasi Liga 2 Indonesia musim 2018 diduga menjadi alasan kiper yang sudah sejak 2009 membela Kabau Sirah itu tidak lagi merumput di Gor Haji Agus Salim, Padang, Sumbar.***