SIAK – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan seluruh stakeholder pariwisata untuk membangun kerjasama dan koordinasi dalam pengembangan dan promosi wisata.

''Membangun pariwisata itu tak bisa sendiri-sendiri, harus bekerjasama dan berkoordinasi. Seperti juga untuk mengembangkan pariwisata Kabupaten Siak, yang merupakan kota pusaka dan wisata,'' ujarnya saat menghadiri Temu Sapa dalam rangka Temu Pusaka Indonesia 2022 di halaman Pentas Siak Bermadah, Kecamatan Siak, Sabtu (20/8/2022).

GoRiau

Pada kesempatan itu, Sandiaga Salahuddin Uno juga mengucapkan syukur karena setelah dirancang jauh-jauh hari, akhirnya bisa hadir bersama pada Temu Pusaka Indonesia 2022 di Kabupaten Siak.

"Saya senang karena bisa hadir ditempat kelahiran saya Provinsi Riau ini, saya juga sudah pernah meminum air sungai Siak, sehingga dipercaya nantinya kan kembali datang ke Kabupaten Siak", kata Sandiaga Salahuddin Uno.

GoRiau

Tidak hanya menghadiri, sambungnya, pihaknya akan berusaha merangkai untuk kerjasama kedepannya, antara Kemenparekraf dengan BPPI Wisata agar terciptanya Pariwisata Pusaka.

"Untuk terus meningkatkan dan mempromosikan objek wisata yang ada di setiap Daerah, tidak bisa dilaksanakan sendiri, akan tetapi harus dilaksanakan secara bersama-sama,'' ingatnya. 

GoRiau

Sandiaga juga mengatakan, Indonesia sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Sultan Syarif Kasim II. Karena menurutnya, Kesultanan Siak memiliki peran besar dalam memberikan pembangunan perekonomian Republik Indonesia.

“Dapat diketahui, bahwa Indonesia patut berterima kasih kepada kesultanan Siak. Karena Sultan Syarif Kasim II mempunyai peran yang luar biasa penting dalam menyumbang Pembangunan perekonomian kita,” kata Sandiaga. 

GoRiau

Selain itu, Sandiaga berujar, bahwa kegiatan Temu Pusaka Siak 2022 menjadi langkah awal pemerintah terumata Kemenparekraf RI untuk menjalin kerja sama wisata berbasis Pusaka.

“Temu pusaka Siak 2022 ini adalah langkah awal kita untuk menjalin kerja sama wisata berbasis Pusaka. Potensi ini menjadi modal dan sangat sesuai dengan semangat tema peluang dan tantangan penerapan ekonomi pusaka di Kota Pusaka,” ujarnya. 

GoRiau

Disampaikan dia, pariwisata pusaka merupakan kegiatan wisata untuk mengetahui sejarah di daerah. Nantinya pariwisata pusaka akan banyak membawa manfaat untuk mengenalkan destinasi kearifan lokal.

“Jadi pariwisata berbasis berbasis pusaka sejarah ini menjadi salah satu tema pariwisata yang banyak membawa manfaat. Terutama dikemas dengan penuh kearifan lokal. Destinasinya dibranding dengan cermat dan pengembangannya dikemas dengan penuh kemaslahatan bagi masyarakat,” jelasnya. 

GoRiau

Lebih lanjut, Sandiaga yakin melihat peluang kerja besar dari wisata berbasis sejarah tersebut. Karena menurutnya, andalan Indonesia adalah wisata berbasis sejarah dan wisata berbasis budaya.

Kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tersebut, didampingi oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, dan disambut langsung oleh Bupati Siak Alfedri, Wakil Bupati Siak Husni Merza, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman, serta unsur Forkopimda. 

GoRiau

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) didirikan pada tahun 2003.

"Kegiatan Temu Pusaka Indonesia 2022 di Kabupaten Siak ini, merupakan yang ke 17 kalinya dilaksanakan. Setelah beberapa tahun dilaksanakan secara virtual, Alhamdulillah Temu Pusaka Indonesia 2022 bisa dilaksanakan secara langsung dan berkumpul bersama", ucap Hashim. 

GoRiau

Temu Pusaka Indonesia 2022 di Kabupaten Siak, mengambil Tema "Peluang dan Tantangan Penerapan Ekonomi Pusaka di Kota Pusaka".

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan Penyerahan Sertifikat Siak Heritage Clinic kepada Bupati Siak Alfedri dan Kadis PUPR Siak Irving Kahar, oleh Ketua Dewan Pembina BPPI Hashim Djojohadikusumo.

Setelah selesai menghadiri acara Temu Pusaka Indonesia 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno, bersama Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, Bupati Siak Alfedri, Wakil Bupati Siak Husni Merza, Staf Khusus Bidang Pengaman Destinasi Wisata dan Isu-Isu Strategis Kemenparekraf Brigjen TNI Ario Prawiseso, serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Indra Ni Tua, melanjutkan dengan kunjungan ke Istana Siak.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Menparekraf. Karena Sandiaga telah datang langsung dan mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Riau, khususnya di Kabupaten Siak.

"Motivasi kami mengembangkan kampung wisata di Siak adalah salah satu cara dalam upaya kami meningkatkan ekonomi. Terlebih mulai 24 Agustus 2022 akan dimulai kembali penerbangan langsung dari Kuala Lumpur (Malaysia Airlines) ke Pekanbaru dan juga Scott dari Singapura. Semoga terus bertambah kunjungan wisatawan mancanegara sehingga dapat memberikan dampak pada perekonomian masyarakat," kata Syamsuar.

Sementara itu Bupati Siak Alfedri mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan untuk pelestarian pusaka, sebab Siak masuk ke dalam jaringan Kota Pusaka dengan dasar peninggalan bersejarah yang sangat banyak ditemui hingga saat ini.

“Siak telah menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia hingga saat sekarang. Sejak itu pula, kami terus berbenah dalam upaya pelestarian yang dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dari pemerintah, komunitas, dan berbagai institusi terkait di dalam dan luar negeri,” ujarnya Alfedri. (adv)