
PEKANBARU - Menghadapi perayaan Natal dan tahun baru 2018 mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Riau sudah menyiapkan tiga agenda khusus dengan tujuan menjaga stabilitas keamanan serta ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat nantinya.
Di mana kecenderungannya, aksi kejahatan berpotensi meningkat memasuki perayaan hari besar dan akhir tahun. Apalagi nanti juga akan menghadapi masa libur dan cuti panjang. Mengantisipasi adanya gangguan Kamtibmas, Polda Riau dan jajaran Polres akan segera melakukan langkah-langkah pengamanan.
Itu disampaikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo usai mengikuti video konference di lantai dua Mapolda, Senin (11/12/2017) siang. "Ada tiga hal pokok yang disampaikan tadi, untuk segera ditindak lanjuti oleh masing-masing wilayah," terang dia.
Video konference ini digelar langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama sejumlah menteri dan pihak terkait lainnya. Tiga hal yang jadi prioritas itu, pertama soal antisipasi gangguan harga pangan, terutama terhadap 11 bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.
"Menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Karena permintaan berpotensi meningkat. Bagaimana kesiapan suplai 11 bahan pangan sampai nanti perayaan Natal dan tahun baru. Mengantisipasi adanya para spekulan, kartel dan pelaku penimbunan yang 'bermain'," terangnya.
Polda Riau dan jajaran, akan melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan-bahan pangan ini, bekerja sama dengan stake holder lainnya, termasuk dinas-dinas. "Dengan begitu, dapat kita antisipasi adanya permainan spekulan. Jika ditemukan, kita ambil langkah penegakkan hukum," yakinnya.
Bahkan Kapolda Riau Irjen Nandang juga sudah memerintahkan jajarannya untuk secepatnya menindaklanjuti intruksi tersebut, dengan menggelar rapat teknis bersama pemerintah daerah. Demikian diutarakan Kombes Guntur Aryo Tejo. "Tentu, nanti akan dibentuk Satgas Pangan, seluruh stake holder bergabung," ucap dia.
Poin kedua masalah kelancaran arus lalu lintas, mengingat adanya libur panjang saat Natal dan tahun baru nanti, sehingga masyarakat banyak yang mudik ke kampung halaman, baik yang menggunakan kendaraan pribadi (Jalur darat), transportasi udara, via terminal hingga pelabuhan.
"Kita akan lakukan sosialisasi, edukasi dan giat bersifat pencegahan terhadap kerawanan Kamtibmas di pelabuhan, bandara, stasiun dan tempat keramaian. Serta pengaturan dan pengamanan arus mudik/balik menghadapi liburan," sambungnya.
Intruksi ketiga, yakni melakukan 'pembersihan' terhadap aksi kejahatan jalanan, mulai dari premanisme, pencopet, penjambret, pemalak dan lain sebagainya yang dapat menganggu keamanan masyarakat. "Kita diminta harus bisa membersihkan itu untuk kenyamanan masyakarat," pungkas Guntur.
Tak main-main, tindakan tegas dan terukur bakal ditempuh jika pelaku kriminalitas jalanan tersebut sudah membahayakan nyawa masyarakat dan polisi yang bertugas. "Jika ada nyawa petugas atau masyarakat yang membahayakan, secara tegas dilumpuhkan," jawabnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati di jalanan, dan tidak menggunakan perhiasan atau meletakkan barang berharga di tempat yang mengundang pelaku kejahatan untuk beraksi. Sebab mereka dapat melancarkan perbuatannya kapan saja, tidak mengenal waktu.
"Polisi kita siap 24 jam, dan patroli ditingkatkan dalam skala besar. Kita harap kerjasama masyarakat dalam hal ini, dengan menggelar ronda dan lainnya. Karena dengan upaya bersama tentu bisa kita tekan angka kejahatan. Karena mencegah lebih baik," tutup Kabid Humas Polda Riau. ***