
PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau terus melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai dampak dari potensi kemarau panjang dan pemanasan global, Elnino.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M Edy Afrizal kepada GoRiau.com, Senin (5/6/2023) mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan dengan 3 kali Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC dengan menyemai 5 ton garam (inti kondensasi) per TMC atau sudah 15 ton garam.
''Kami telah melakukan 3 kali TMC yang bekerjasama dengan BRIN dan disponsori BNPB, BRGM dan RAPP. Totalnya sudah 15 ton garam ditabur,'' jelasnya.
Dijelaskan, selain upaya lewat modifikasi cuaca, BPBD juga didukung armada. Saat ini ada 3 helikopter water bombing bantuan dari BNPB yang disiagakan dan satu unit helikopter patroli dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan dan satu helikopter BPBD Riau.
''Tapi upaya yang sangat dibutuhkan adalah kerjasama antar instansi dan lembaga untuk bersama - sama mengantisipasi. Terutama dukungan masyarakat dan pihak swasta dalam mencegah terjadinya Karhutla,'' tutupnya. ***