
BAGANSIAPIAPI - Mantan Wakil Bupati Rokan Hilir, H. Ilyas RB sangat menyesalkan pemekaran yang dicanangkan oleh segelintir kelompok masyarakat yang dinilainya telah menyinggung perasaan para tokoh pendiri Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Padahal, perjuangan pembentukan Kabupaten Rokan Hilir 13 tahun yang lalu, penuh dengan deraian air mata.
"Seharusnya mereka menemui kami untuk berkoordinasi dan meminta izin jika memang ada niat tulus untuk membentuk kabupaten baru. Karena banyak suka duka kami sewaktu membentuk Kabupaten Rokan Hilir," kata H. Ilyas RB yang juga salah satu tokoh pendiri Kabupaten Rohil kepada GoRiau.com, Senin (16/5/2016).
Dia menyebutkan, tujuan untuk membentuk kabupaten baru telah melenceng dari tujuan awal dari para pendiri Kabupaten Rokan Hilir yang diketuai oleh Almarhum Amran Rambah. Ilyas mengingatkan, jika pemekaran itu murni dari keinginan masyarakat, dia ikut mendukung, namun yang sangat ia khawatirkan, ada pihak yang sengaja untuk menghalang konsep awal membangun Rohil.
"Saya hanya mengingatkan, jangan sampai timbul penyesalan dikemudian hari. Bukan bermaksud apa-apa, tapi hingga kini kita belum tahu niat mereka untuk membentuk daerah otonomi baru," tuturnya.
Tempat sama, Devkal Yanie, sekretaris Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), mengemukakan, gagasan pemekaran daerah otonomi baru dianggapnya sangat prematur. Jika merunut dari kisah perjuangan pendiri Kabupaten Rohil terdahulu, bukannya semudah membalikkan telapak tangan.
Komunikasi yang dilakukan dahulu, katanya, sangat intensif dengan para tokoh masyarakat dengan cara masuk kampung keluar kampung mengandalkan perahu. Maka sangat janggal jika penggagas pemekaran daerah otonomi baru tidak menjalin komunikasi yang harmonis dengan masyarakat.
"Kita bisa bayangkan kondisi waktu membentuk Rokan Hilir. Mereka rela meninggalkan anak istri demi memperjuangkan pemekaran Kabupaten Rokan Hilir hingga ke pusat. Jadi jangan sampai ada orang yang berkepentingan mencederai para pendiri terdahulu," cetusnya.
Dia mengingatkan, kondisi dulu sewaktu pemekaran Kabupaten Rokan Hilir memang ada keinginan kuat untuk mensejahterakan masyarakat. Seluruh elemen digerakkan untuk mewujudkan itu. Untuk itu, jangan sampai keinginan itu dibelokkan untuk kepentingan sekelompok orang. Dia mengharapkan, berikanlah kesempatan kepada bupati terpilih untuk memperbaiki keadaan sekarang ini guna membawa perubahan kearah yang lebih baik.(amr)