JAKARTA - Warga di sebagian wilayah pesisir Jawa dan Sumatera merasakan guncangan saat gempa dengan magnitudo 5,9 berpusat di wilayah administratif Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kejadian alam yang tercatat pada Sabtu (12/9/2026) tepat pukul 04.23.55 WIB ini berdampak langsung pada terhentinya sarana transportasi kereta api pagi hari untuk evaluasi teknis.

Prosedur Darurat Angkutan Rel

Menghadapi getaran subuh tersebut, langkah antisipasi langsung diambil oleh pengelola kereta komuter. Guncangan memaksa laju armada dihentikan total demi memeriksa kekuatan infrastruktur lintasan. Keputusan pembatalan jalan sementara ini dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan sebelum armada kembali beroperasi normal.

"Telah terjadi gempa pada pukul 04.23 WIB di Kep. Seribu DKI Jakarta. Perjalanan Commuter Line diberhentikan sementara waktu guna pengecekan jalur terlebih dahulu secara menyeluruh," urai pengelola KAI Commuter Line melalui kanal X mereka.

Rentetan Wilayah Terdampak Guncangan

Meskipun berpusat di perairan Jakarta, kedalaman gempa membuat energi yang dilepaskan merambat jauh melewati perbatasan ibu kota.

Status Tsunami dan Titik Pusat Lindu

Berdasarkan pembacaan instrumen BMKG, parameter tektonik menunjukkan sumber getaran berada jauh di dasar lautan, tepatnya pada kedalaman 368 km dengan koordinat 5,24° LS dan 106,78° BT. Titik koordinat ini terletak sekitar 69 km arah timur laut dari daratan Kepulauan Seribu.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto saat memaparkan rincian analisis.

Estimasi instrumen yang digabungkan dengan laporan warga mengonfirmasi skala intensitas guncangan yang bervariasi. Intensitas tertinggi berada di level IV MMI yang dirasakan oleh penduduk di Tanggamus, Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, dan Cianjur.

Untuk kawasan Tangerang, Tanjung Priok, Cilacap, Kecamatan Nagrak, dan Kecamatan Kalapanunggal, guncangan terukur pada skala III MMI. Menariknya, pergerakan lempeng ini sanggup merambat pelan dengan skala intensitas II-III MMI hingga terasa di wilayah Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Mentawai, Padang, Pariaman, hingga wilayah Solok Selatan.***