PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau H.M Rusli Zainal menghadiri sarasehan Perbankan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia perwakilan Riau di Pekanbaru. Acara sarasehan perbankan Riau yang bertema peran Perbankan Riau dalam percepatan perekonomian daerah, juga hadiri oleh para pimpinan cabang Bank BUMN, BUMD dan Swasta yang ada di provinsi Riau, guna mendapatkan persamaan langkah pemerintah, perbankan dan pelaku usaha kedepan.


Mahdi Muhammad, Kepala perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Riau dalam sambutannya menyampaikan, Kondisi pertumbuhan perekonomian Riau yang diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau berada pada tingkat ke-5 nasional tertinggi di luar Pulau Jawa.


Aset perbankan Riau 14.1 persen, Kredit UMKM 35.95 persen, pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Riau tanpa Migas 7,5 sampai dengan 7,7 persen, dan Inflasi di Provinsi Riau mencapai 4,5 persen plus minus 1 persen.


Sementara itu, Gubernur Riau H.M Rusli Zainal sangat bangga dengan kontribusi Riau dalam pembangunan nasional yang berjumlah Rp 469,1 triliun atau 5,7 persen, posisi Riau 5 besar nasional Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan hal yang luar biasa.


Di usia 68 tahun Republik Indonesia dan 55 tahun usia provinsi Riau, Gubri merasa masih banyak pekerjaan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan guna mewujudkan cita-cita masyarakat yang sejahtera.


Riau baru melaksanakan proses pembangungan setelah otonomi daerah digaungkan, proses inilah dimulainya pembangunan provinsi Riau, sebelum otonomi daerah kondisi provinsi Riau sangatlah memprihatinkan, 10 tahun setelah otonomi daerah provinsi Riau harus mengejar program program pembangunan, program-program yang telah dilakukan pemerintah provinsi Riau diantaranya pemrov Riau telah membangun lima jembatan yang menyebrangi sungai-sungai besar yang ada di Provinsi Riau, selain jembatan, pemprov Riau juga telah membangun infrastruktur jalan hal ini guna membuka jalur perekonomian di desa desa yang ada di provinsi Riau.


Selain program infrastruktur pemerintah provinsi Riau meluncurkan program usaha ekonomi desa simpan pinjam (UEKSP). Provinsi Riau memiliki 1600 desa, melalui program UEKSP sudah 840 desa di provinsi Riau menerima dana Usaha ekonomi desa simpan pinjam (UEKSP), setiap desa mendapat dana Rp500 juta. Total anggaran yang disalurkan pemerintah provinsi Riau Rp391 miliar untuk 840 desa, dan kini sudah Rp1,2 triliun.


Guna mengawasi program UEKSP, Pemrov Riau mempekerjakan 260 orang pengawas yang tersebar di Riau dengan adanya pengawas progrom UEKSP dapat termonitor.


Gubri percaya Perbankan yang ada di Provinsi Riau akan menjadi harapan masyarakat Riau guna mempercepat pembangunan di provinsi Riau seperti yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Riau melaui program Usaha ekonomi desa simpan pinjam (UEKSP). Gubri berharap agar aparatur pemerintah di provinsi Riau dapat menjadi mediator yang baik dengan stake holder perbankan guna memperbaiki perekonomian masyarakat. (rls)