
PEKANBARU – Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan parkir gratis di minimarket seperti Alfamart dan Indomaret menuai perhatian publik. Wacana tersebut dinilai perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pedagang kecil di sekitar gerai ritel modern.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Dr Aidil Haris, menyampaikan pandangannya terhadap rencana tersebut, Kamis (27/3/2025).
"Rencana ini patut diapresiasi karena memberikan kemudahan bagi masyarakat saat berbelanja di gerai modern," ujarnya.
Aidil menilai, kebijakan ini mencerminkan keinginan Wali Kota Pekanbaru untuk menghadirkan kenyamanan bagi warganya. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan itu tidak hanya berpihak pada konsumen semata, melainkan juga mempertimbangkan dampaknya terhadap pelaku usaha kecil di sekitarnya.
"Jangan sampai toko-toko milik masyarakat kecil yang berdekatan dengan minimarket justru kehilangan pelanggan karena masih dikenakan tarif parkir," jelasnya.
Ia mencontohkan, banyak warung atau kedai kecil yang berada di area yang sama dengan minimarket, namun tetap dikenakan retribusi parkir oleh juru parkir.
"Pertanyaannya, apakah tempat usaha masyarakat ini juga akan dibebaskan dari tarif parkir seperti halnya minimarket?" tambahnya.
Aidil khawatir, jika Pemko tetap memberlakukan retribusi parkir di tempat lain, sementara gerai modern dibebaskan, akan menimbulkan ketimpangan dan mengancam kelangsungan usaha warga kecil.
"Masyarakat tentu akan memilih belanja di tempat yang tidak dikenakan biaya parkir. Ini harus menjadi bagian dari kajian komprehensif Pemko sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan," urainya.
Ia menyarankan Pemko Pekanbaru untuk melakukan kajian secara menyeluruh agar tidak menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.
Aidil juga menyoroti rencana pengalihan retribusi menjadi pajak parkir sebagai alternatif kebijakan. Menurutnya, langkah itu harus dilakukan secara transparan.
"Transparansi adalah kunci membangun pemerintahan yang bersih dan dipercaya publik," pungkasnya. ***