
JAKARTA – Muhammad Redho alias Redicta (34), gitaris band asal Kalimantan Selatan, ditemukan tewas mengambang di Sungai Martapura, Kabupaten Banjar. Belakangan diketahui, Redho bukan sekadar tenggelam, melainkan korban pengeroyokan oleh enam orang pria.
Peristiwa tragis ini terjadi Minggu malam (20/7/2025), saat Redho berpamitan kepada ibunya untuk memancing di kawasan Sungai Kitano, Martapura Timur. Jenazahnya ditemukan mengapung keesokan pagi sekitar pukul 07.00 oleh warga setempat.
Awalnya, keluarga menduga korban tewas karena kecelakaan saat memancing. Namun, hasil penyelidikan kepolisian mengungkap fakta lain. Redho ternyata dianiaya lebih dahulu sebelum akhirnya didorong ke sungai oleh salah satu pelaku.
Kapolres Banjar, AKBP Fadly, membenarkan pihaknya telah mengamankan enam tersangka pada Kamis dini hari (24/7/2025). Mereka adalah KH (50), IB (48), MR (38), MF (36), GM (33), dan AH (19), yang semuanya merupakan warga setempat.
"Korban sempat memaki para tersangka karena kehilangan ponsel dan kunci motor. Emosi para pelaku tersulut, lalu terjadi pengeroyokan," ungkap Fadly, Jumat (25/7/2025).
Berdasarkan keterangan para tersangka, peristiwa bermula ketika Redho melempar kail pancingnya namun tersangkut di bajunya sendiri. Setelah dibantu salah satu pelaku, ia menyadari barang pribadinya hilang dan mengeluarkan kata-kata kasar. Hal ini membuat para tersangka marah dan mulai melakukan kekerasan terhadap Redho.
Salah satu tersangka, IB, bahkan mencoba menusuk Redho menggunakan pisau, namun senjata tersebut justru melukai dirinya sendiri. Redho didorong ke sungai oleh MF dan berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke arah Desa Pekauman Ulu. Ia sempat berpegangan pada tiang jembatan, namun gagal bertahan dan akhirnya terseret arus.
Tanpa memberikan bantuan, keenam tersangka langsung meninggalkan lokasi.
Keluarga korban, yang sempat mengira Redho hanya tenggelam, merasa kecewa setelah mengetahui kenyataan. Faried, adik kandung korban, menyesalkan sikap warga sekitar yang memilih diam.
"Rumah kami dekat dengan lokasi kejadian, tapi warga bungkam, seakan tidak terjadi apa-apa," ungkap Faried, Sabtu (26/7/2025).
Meski kini merasa lebih lega karena pelaku telah diamankan, Faried berharap para tersangka dijatuhi hukuman setimpal dan kasus serupa tidak terulang di kemudian hari. "Semoga semua dihukum seadil-adilnya," harapnya. ***