
PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menyambangi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Rabu (11/2/2015).
Pertemuan diperkirakan karena berbagai pemberitaan yang tidak mengenakkan yang melanda para imigran Timur Tengah yang saat ini sedang mencari suaka politik. Pada audensi tersebut, UNHCR mengingatkan bahwa para imigran ini adalah saudara di dunia dan jika ada persoalan diharapkan bisa dicarikan jalan keluarnya.
UNHCR juga menyatakan menerima apa-apa saja keluhan yang terjadi pada imigran dan mencari solusi untuk permasalahan ini. Sedangkan khusus untuk yang berada di Pekanbaru, yakni adanya isu negatif, masalah sosial, ideologi, keagaman dan sosialitas akan dibahas oleh tim UNHCR.
UNHCR juga meminta agar Pemprov Riau tetap memberikan jam keluar dari penampungan dengan cara meminta izin kapada pengelola guna memenuhi kebutuhan mereka. Hanya saja UNCHR menerima usulan untuk membatasi jam bepergian untuk para pengungsi. Dan saat keluar dari lokasi penampungan diharapkan diberikan identitas.
Pertemuan dengan petinggi Pemprov di Kantor Gubernur Riau saat ini masih berlangsung. Untuk diketahui, UNHCR, suatu organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan perlindungan dan bantuan kepada pengungsi dunia.***