PEKANBARU, GORIAU.COM - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau terus berupaya mengangkat dan menjual potensi wisata di Bumi Lancang Kuning. Upaya itu bukan sekedar wacana saja, tetapi sudah diaplikasikan dengan mengikuti berbagai pameran tingkat nasional.

Riau berusaha dengan mengikuti berbagai kegiatan yang bersifat kepariwisataan. Kali ini, Riau hadir di Bali Beyone Travel Fair (BBTF) 2015 di Nusa Dua Bali Kamis (11/6/2015).

Berbagai potensi wisata Riau dipajang dan dijual kepada pengunjung. Iven besar ini tidak ingin disia-siakan Riau untuk menggenjot program Pemprov yang ingin menguatkan Riau di sektor kepariwisataan.

"Jadi acara BBTF ini bagian dari menjual potensi pariwisata yang ada di Riau, agar dikenal luas,"ujar Kadisparekraf Riau, Fahmizal Usman kepada GoRiau.com, Kamis (11/6/2015).

Acara BBTF ini sendiri diikuti seluruh Provinsi se-Indonesia, selain diikuti Pemerintah daerah yang memiliki potensi wisata, ajang ini juga diikuti pelaku industri wisata yang ada di tanah air.

"Ini bagian dari cara kami memperkenalkan pariwisata Riau ke ajang Nasional dan Internasional, kita ingin pariwisata Riau itu terus meningkat," ujar Fahmizal.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/11062015/ruanjpg-2452.jpgKadisparekraf Riau Fahmizal Usman di stand Riau BBTF Nusa Dua Bali. Potensi yang dijual dalam stan tersebut antara seperti Wisata Ombak Bono, Tour de Siak, Istana Siak, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, Candi Muara Takus dan sejumlah potensi wisata lainnya.

"Kita tidak bisa hanya berdiam dan mengandalkan apa yang saja, tetapi kita harus turun untuk meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa wisata yang kita miliki sangat menjual," tegas Fahmi.

Untuk penguatan promosi, Fahmi sudah melakukan koordinasi dan akan bekerjasama dengan pihak Asita dan PHRI. "Dua pihak tersebut tidak bisa kita lepaskan jika memang serius mengenalkan potensi yang kita punya," tandas Fahmi.

Memang diakui, potensi-potensi wisata di Riau sebagian besar sudah dikenal masyarakat. Namun hanya mengenal saja, tidak ingin mencoba dan singgah untuk merasakan dan melihatnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/11062015/ruan2jpg-2451.jpgKadisparekraf Riau Fahmizal Usman bersama Kabid Pemasaran dan wartawan nasional di stand Riau BBTF Nusa Dua Bali.Kondisi ini yang membuat Fahmi dan para pejabat di Lingkungan Disparekraf Riau untuk berjuang mengembalikan keadaan. "Kita ingin masyarakat Indonesia dan dunia tahu dan mau berkunjung ke Riau untuk merasakan potensi kita ini," pungkas Fahmi.

Berbagai terobosan tengah dilakukan Disparekraf Riau. Salah satunya dengan menyiapkan rincian masing-masing objek wisata itu. Seperti berapa lama perjalanan, dimana lokasi penginapan, berapa biaya yang harus dikeluarkan wisatawan, kemudian berapa jarak tempuh dari pusat Ibukota ke lokasi wisata.

Karena selama ini, para wisatawan tidak disuguhkan dengan item-item tersebut. "Kita ingin mereka sudah bisa mengetahui ketika ingin ke Wisata Ombak Bono, berapa jarak yang akan ditempuh, berapa biaya perjalanan, dimana harus menginap, dimana temap makan enak, dan lain-lainnya. Mungkin itu sepele, tapi itu adalah awal dari semuanya," pungkas Fahmi.***