
KUANSING, GORIAU.COM - Warga Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi membakar dua unit rakit dompeng milik penambang emas liar yang terus beroperasi dan merusak lingkungan di wilayah itu.
"Geram dengan aktivitas penambangan tanpa ijin menjadikan ratusan membakar dua unit rakit dompeng yang beroperasi di wilayah Desa," kata Sekretaris Desa Pulau Aro, Herlianto di Kuantan Singingi, Senin (25/11/2013).
Ia mengatakan, selama ini aktivitas PETI sangat meresahkan masyarakat, pencegahan dan penanggulangan aktivitas ini sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah kuansing dan pihak kepolisian tetapi tidak membuat nyali pelaku untuk berhenti.
Akibat dari aktivitas tersebut bukan saja meresahkan masyarakat tetapi dapat merusak lingkungan. karena itu wajr jika sekelompok warga bertindak sendiri membantu pihak pemerinth daerah.
"Selain mengakibatkan tebing runtuh dan air keruh, bunyi mesin dompeng ini juga sangat meresahkan karena bising," tegas Herlianto.
Menurut Herlianto, beberapa hari sebelumnya perangkat Desa Pulau Aro bersama pihak kepolisian dari Polsek Kuantan Tengah sudah mendatangi pemilik rakit tersebut supaya berhenti, namun ternyata tidak diindahkan.
"kalau teguran sudah berulangkali disampaikan, baik oleh perangkat Desa, maupun dari masyarakat langsung, tapi terkadang, habis ditegur berhenti sebentar, tapi besoknya beraktifitas lagi, sehingga terjadi pembakaran seperti ini," sebutnya.
Dijelaskannya, sebenarnya ada empat unit rakit yang hampir setiap hari beraktifitas di sungai Kuantan di Desa tersebut, tetapi saat peristiwa pembakaran tersebut hanya dua yang ditemukan sedang bekerja.(fzr/ant)