PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE, MM, langsung tancap gas menginstruksikan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk mengubah pola kerja. Dalam rapat koordinasi di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (4/2/2026), ia mewajibkan aksi gotong royong selama 30 menit setiap pagi sebelum memulai pelayanan di kantor.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, guna menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan disiplin. Selain itu, kebijakan ini mendukung target besar *Pekanbaru Green City* melalui program *Indonesia Asri*.

"Kita pulang dari Rakornas, tentu kita ingin mendistribusikan informasi dan arahan dari Presiden Prabowo ke jajaran di Pemerintah Kota Pekanbaru," ujar Agung Nugroho usai memimpin rapat yang diikuti seluruh Kepala OPD, Camat, hingga Lurah tersebut.

Agung menekankan bahwa esensi dari penyelenggaraan pemerintahan adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Ia mengingatkan bawahannya bahwa anggaran daerah yang dikelola berasal dari pajak yang dibayarkan rakyat, sehingga manfaatnya harus kembali dirasakan oleh warga secara nyata.

"Karena masyarakat pembayar pajak, APBD bersumber dari mereka. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, baik dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya," tegasnya.

Tindakan tegas juga akan terus dilakukan terhadap kesemrawutan kota. Wali Kota memastikan operasi penertiban tiang baliho dan papan reklame ilegal akan terus berlanjut guna menghapus sampah visual yang selama ini merusak estetika Kota Bertuah.

Pj Sekda Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, beserta jajaran pejabat teknis diminta segera memetakan program-program yang paling mendesak bagi kepentingan publik. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas fasilitas umum yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan warga.

"Kita juga akan terus melaksanakan penertiban baliho ini. Komitmen kita adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan pelayanan yang maksimal," pungkasnya. ***