
PEKANBARU, GORIAU.COM - Konon, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK)II, Pekanbaru, Riau merupakan Bandara tersibuk ketiga di Indonesia. Namun, kemewahan Bandara ini bertolak belakang dengan prilaku pengunjungnya, yang tak segan membuang sampah di sembarangan tempat. Akhirnya sampah bertebaran di mana-mana, sehingga tak sedap dipandang mata.
Pantauan media ini, Kamis (9/5/2013) terlihat setumpuk plastik di pembatas parkir mobil dengan sepeda motor. Di ujung pembatas, juga ada tong sampah yang sudah melimpah. Bahkan, di sekitar tong sampah berwarna biru itu juga berserakan botol bekas minuman, kertas bungkus makanan, tisu bekas serta kertas lainnya. Di saat melintas di sekitarnya, bau pesing langsung menyerang indra penciuman, belum lagi lalat-lalat menggerinyai pada bungkus makanan yang lembab.
Setiap pendatang yang lewat sehabis memarkir kendaraannya, terlihat agak tergesa sambil menutup hidung.
"Lho, kok bisa gak dibuang sampah-sampah ini," ujar Fajri, salah seorang pengunjung Bandara siang itu.
Pemandangan yang memalukan juga terlihat di areal parkiran mobil. Botol minuman bekas, bungkus makanan, plastik, kertas dan kantong asoi juga bertebaran di mana-mana. Sungguh, pemandangan ini mengganggu kenyamanan pengunjung, apalagi pengunjung yang sesekali datang ke Bandara SSK II, Pekanbaru.
Tidak hanya itu, genangan air setinggi mata kaki orang dewasa menutupi batasan aspal dengan beton pada akses jalan keluar. Padahal, areal parkiran dan akses itu masih kategori baru. Apalagi, ada drainase yang jebol, sehingga membuat lapangan parkir dihiasi lubang.
"Jika tak pandai-pandai lewat di sini maka mobil anda akan kejeblos dalam lubang," ujar Iwan, salah seorang supir taksi.
Lubang itupun sudah terlihat lama, tanpa ada perbaikan sampai saat ini. Sebagai aba-aba, lubang itu hanya dikasih pembatas kuning-hitam.
Sementara pada taman depan terminal Bandara, juga terlihat sampah yang bertebaran. Taman yang bertuliskan Bandara Sultan Syarif Kasim II itu di perparah dengan seonggokan sampah di pojokkiri. Kesemrautan aturan juga terlihat di pintu kedatangan, atau akses jelang menuju ruangan tunggu domestik. Para perokok tak tau tempat yang disediakan, akibatnya gumpalan asap rokok para perokok selalu mengepul di sana. Hal ini membuat sebagian penumpang tutup hidung saat melintasi ruangan itu. Padahal, ruangan smoking area sudah tersedia. Nyaris tak ada teguran atas kesemrautan Bandara cantik di ibukota provinsi kaya Riau ini.
Sementara itu, staf officer in charge (OIC) Bandara SSK II, Dimpos Hutagalung enggan memberikan komentar. Dia memilih diam dari pada menjawab pertanyaan wartawan.(kha)