
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (12/9/2015) malam terus menurun drastis, dari sebelumnya 2 kilometer menjadi kurang dari 700 meter. Bahkan asap ini sangat berbau dan membuat mata perih.
Hingga pukul 20.30 WIB, asap membuat jarak pandang di Pekanbaru tak lebih dari 700 meter. "Laporan terakhir yang masuk jarak pandang (visibility) di Pekanbaru menurun jadi 700 meter," sebut kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Tak hanya itu, kabut asap juga membuat kualitas udara kota bertuah masuk pada level berbahaya. "Semakin pekat asap, maka kualitas udara juga akan semakin menurun. Sekarang sudah dalam level berbahaya," urainya saat dihubungi GoRiau.com, Sabtu malam.
Peningkatan volume asap ini praktis membuat kota Pekanbaru terasa sangat sesak. Bahkan lampu penerangan jalan juga terlihat redup oleh tebalnya asap itu. "Kita sudah prediksi bahwa asap akan terus bertambah, kemungkinan sampai malam ini jarak pandang bisa terus menurun," sebutnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, bahwa kabut asap sudah menyelimuti hampir 65 persen wilayah Sumatera."Sebaran asap di Sumatera dan Kalimantan lebih meluas dibandingkan kemarin. Hampir 65 persen Sumatera tertutup asap," kata kepala pusat data dan informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Bahkan di negara tetangga seperti wilayah selatan-barat daya Malaysia juga tertutup asap. Indeks Standar Pencemaran Udara di Kuala Lumpur 117-146 PSI (tidak sehat), Serawak 126-156 PSI (tidak sehat), sedangkan di Singapore 81-92 PSI (sedang). Lalu jarak pandang di Putrajaya Malaysia sekitar 700 meter. (had)