PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemulangan jamaah haji Riau dikhawatirkan terhambat oleh kabut asap yang menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Untuk mencegah terjadinya hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau sediakan dua alternatif pemulangan.


"Jika Bandara SSK II lumpuh, kami sediakan dua alternatif yaitu jalur laut melalui Pelabuhan Buton dan jalur udara melalui Bandara Minangkabau Padang," ungkap Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Riau Tarmizi Tohor kepada GoRiau.com, Kamis (1/10/2015).


Menurut Tarmizi, kedua alternatif tersebut diperuntukkan enam kabupaten di Riau yang menggunakan jalur udara ketika hendak ke Riau, seperti halnya Pekanbaru, Kampar, Kuansing, Rokan Hulu, Pelalawan dan Rokan Hilir. Sedangkan enam kabupaten lainnya seperti Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu Bengkalis, Siak dan Dumai memang sudah dipastikan melalui jalur laut.


"Kami lebih menyarankan melalui jalur Buton, karena praktis. Namun kendalanya ya susahnya membawa barang bawaan," tuturnya.


Keputusan pemilihan jalur pun ditentukan oleh Pemerintah daerah terkait terutama pemulangan jamaah haji (domestik) yang dibiayai oleh Pemda. "Keputusan ditangan Pemda terkait, apalagi yang biaya perjalanan domestiknya dibiayai oleh Pemda," tambahnya.


Adapun beberapa daerah yang dibiayai oleh Pemda adalah Pelalawan, Rokan Hilir, Meranti, Bengkalis, Dumai, Inhil sedangkan Kampar hanya sebagian.


Tarmizi menyebut total jemaah haji Riau tahun ini ada 426 orang. Kloter 2 embarkasi Batam (BTH) yang merupakan kloter pertama Riau akan tiba di Batam pada tanggal 4 Oktober 2015. Rombongan kloter 2 tersebut terdiri dari jamaah haji Bengkalis dan Rokan Hulu.


"Insya Allah, Kloter 2 embarkasi Batam (BTH) akan mendarat di Batam tanggal 4 Oktober kemudian 5 Oktober 2015 perjalanan ke daerah masing-masing," jelasnya lagi.***